Pemkab Ambil Ancang-Ancang, Akan Dibikin Seperti Apa Sungai Kalipang
Warga melintas di jalur Pantura, atas jembatan sungai Desa Kalipang, Kecamatan Sarang.
Warga melintas di jalur Pantura, atas jembatan sungai Desa Kalipang, Kecamatan Sarang.

Rembang – Meski belum ada kejelasan waktu, namun Pemerintah Kabupaten Rembang berancang-ancang melanjutkan sejumlah proyek lama, untuk mengurangi dampak kekeringan.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz mencontohkan pemanfaatan air sungai di Desa Kalipang, Kecamatan Sarang. Aliran debet airnya tergolong besar, namun pada musim penghujan, langsung menggelontor ke laut.

Jika sungai bisa dibendung, harapannya air dapat menjadi cadangan masyarakat, ketika musim kemarau.

“Coro wong ndeso disambong kaline (sungainya-Red). Biar air nggak terbuang ke laut. Jadi bisa untuk sektor pertanian maupun air baku. Muda-mudahan dalam tempo waktu 4 tahun ini, bisa terlaksana, “ tandasnya.

Hafidz menambahkan selain itu ada 3 proyek embung, masing-masing Embung Kaliombo Kecamatan Sulang, Embung Trenggulunan Kecamatan Pancur dan Embung Pasedan Kecamatan Bulu. Tahap persiapan awal sudah pernah ditangani, namun belum sampai mengarah pada jenjang pembebasan lahan.

“Yang Embung Kaliombo studi kelayakan dan ditail desainnya sudah ada, butuh tanah 18 – 20 hektar. Embung Trenggulunan sama Embung Pasedan, sudah studi kelayakan, tapi ditail desainnya belum. Nanti akan kita pertajam lagi. Kalau dokumen itu selesai, baru pembebasan lahan, “ urai Bupati.

Embung dianggap menjadi salah satu solusi, untuk menekan dampak kekeringan. Asalkan didukung pula oleh curah hujan yang memadai.

“Ada embung, tapi curah hujannya rendah, ya sama saja. Nggak bisa untuk persiapan musim kemarau. Kita tetap berkomitmen menambah embung, “ pungkasnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *