Siaga Di Dapur Umum, Yuk Intip Menu Makanan Untuk Penghuni Isolasi Mandiri Terpusat
Aktivitas para relawan di dapur umum, Kamis (17/06).
Aktivitas para relawan di dapur umum, Kamis (17/06).

Rembang – Ketika Pemerintah Kabupaten Rembang membuka tempat isolasi mandiri terpusat di Hotel Puri Indah Rembang bagi warga positif Covid-19 tanpa gejala, muncul pertanyaan siapa yang memasok kebutuhan makanan dan minuman ?

Nah..jawabannya berasal dari dapur umum yang dipusatkan di aset Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Dan Keluarga Berencana, tepatnya sebelah barat Puskesmas Rembang II Perempatan Mondoteko – Rembang.

Di tempat ini ada sebuah mobil besar bantuan dari Kementerian Sosial yang berfungsi untuk dapur lapangan. Para relawan yang tergabung dalam Taruna Siaga Bencana (Tagana) bahu membahu membagi tugas, menyiapkan menu makanan dan minuman untuk keperluan penghuni isolasi mandiri terpusat dan juga petugas gabungan yang siaga selama 24 jam.

Solusi Keluhan Lambung

Ada yang meracik bumbu, menggoreng lauk, memasak nasi, menyiapkan buah, mengemas nasi kotak, hingga mendistribusikan ke tempat isolasi mandiri terpusat di Jl. Pemuda Rembang, yang jaraknya dari lokasi dapur umum sekira hampir 1 kilo meter.

Sri Wahyuni, seorang relawan Tagana dari Desa Dresi Kulon, Kecamatan Kaliori mengatakan kerja sama tim semacam ini sudah terjalin sangat baik.

“Sejauh ini nggak ada kesulitan. Yang agak lama memang proses persiapannya ya. Kalau memasak dan mengemas, lebih cepat, “ ungkap Sri.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Dan Keluarga Berencana Kabupaten Rembang, Agus Salim menjelaskan setiap hari menyiagakan 10 orang relawan, untuk melaksanakan kegiatan dapur umum.

“Kadang juga dibantu oleh temen-temen Pramuka. Untuk Tagana kita atur piketnya bergilir. Tentu masuk area dapur umum, pakai masker wajib. Protkes tetap kita jalankan, “ terangnya.

Sehari pihaknya mengirim 3 kali porsi makan, pagi, siang dan sore, dengan menu yang berbeda-beda. Sekali kirim, jumlahnya 70 nasi kotak.

Bahkan menunya sudah diatur pula oleh tim gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, supaya tidak monoton dan memenuhi unsur kandungan gizi yang sesuai.

“14 hari menunya sudah ditentukan. Pecel, sayur lodeh, kangkung, soto, sayur bening, macam-macam mas. Untuk makan minum dari kami, sedangkan kebutuhan vitamin atau obat-obatan dari Dinas Kesehatan, “ beber Agus.

Agus menambahkan dapur umum ditopang melalui anggaran daerah Pemkab Rembang. Namun apabila ada masyarakat yang ingin membantu, pihaknya mempersilahkan.

“Ya ada bantuan dari warga, tapi jumlahnya nggak begitu banyak. Kami menyampaikan terima kasih. Toh kalaupun ada kekurangan, itu menjadi bagian tanggung jawab kami, “ tandasnya.

Sementara itu Bambang Sumantri, salah satu pegiat sosial di Rembang mengaku beberapa kali komunitasnya menyalurkan bantuan bahan makanan, guna menunjang kegiatan dapur umum penanganan Covid-19.

Ia merasakan bahwa pandemi yang melanda negeri ini, mestinya mendorong banyak kalangan untuk bergotong royong, saling meringankan beban.

“Kalau kita bareng-bareng, insyaallah akan lebih ringan. Pemerintah sendiri sudah berusaha seoptimal mungkin dari sisi pembiayaan. Tapi tetap perlu peran aktif masyarakat, untuk lebih cepat mengatasi Covid-19, “ kata Bambang.

Bambang menambahkan pandemi telah mengajarkan banyak hal kepada masyarakat. Mulai dari menguji kesabaran, karena sudah lebih dari setahun terjadi, membiasakan diri protokol kesehatan, hingga menumbuhkan rasa empati terhadap sesama. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *