Sosok Wanita Ini Berhasil Membesarkan Pesantren, Meski Awalnya Pesimis
Pengasuh Ponpes Alhamdulillah Desa Kemadu, Kecamatan Sulang, Ibu Nyai Hj. Rohmawati Syahid.
Pengasuh Ponpes Alhamdulillah Desa Kemadu, Kecamatan Sulang, Ibu Nyai Hj. Rohmawati Syahid.

Rembang – Sepeninggal Kyai Syahid pada tahun 2004 silam, Pondok Pesantren Alhamdulillah Desa Kemadu, Kecamatan Sulang diasuh oleh seorang wanita tangguh, Ibu Nyai Hj. Rohmawati Syahid, isteri Kyai Syahid.

Awal mulanya Ibu Nyai Rohmawati pesimis akan mampu melanjutkan tongkat estafet pondok pesantren, karena merasa belum memiliki bekal yang cukup. Apalagi ketika Kyai Syahid wafat, anak-anaknya masih kecil-kecil.

Ia teringat pesan Kyai Syahid bahwa semua ilmu yang membuat adalah Allah SWT.

“Saya tanya begini, bah aku gak iso opo-opo. Abah ngendika kabeh ilmu kuwi sing gawe gusti Allah, “ ungkapnya.

Selain itu juga ada dorongan dari ulama KH Mustofa Bisri (Gus Mus) yang mengingatkan kalau tidak bisa apa-apa, setidaknya menjadi pelengkap. Diibaratkan huruf A tidak bisa berdiri sendiri. Tapi akan bisa dibaca menjadi sebuah rangkaian kata, karena ada huruf B, C dan seterusnya.

Berkat dorongan-dorongan tersebut, ia menjadi lebih semangat untuk melanjutkan pengelolaan pondok pesantren Alhamdulillah yang sekarang mempunyai ratusan orang santri. Kedepan Ponpes Alhamdulillah juga akan mendirikan pesantren tahfidz.

“Alhamdulillah menantu saya sudah tahfidz Alqur’an, do’akan pada bulan Syawal nanti, kami akan peletakan batu pertama pesantren tahfidz, “ terangnya.

Ibu Nyai Rohmawati ingin kelak santri lebih hebat dari dirinya, sehingga tidak hanya mengaji, tetapi juga mesti dibekali ketrampilan-ketrampilan lainnya.

“Kita tambahkan skill menjahit, tata boga, membuat tahu dan yang lainnya, biar ketika kembali ke masyarakat, punya ketrampilan yang bisa bermanfaat, “ imbuhnya.

Lalu bagaimana tips ibu nyai ketika ada santri sering melanggar aturan pondok pesantren ? Ia mengenang cara pendekatan Kyai Syahid, tidak pernah marah dengan santri seperti itu. Kyai Syahid selalu bertutur kata lembut kepada orang tua santri, jika memang harus pindah ke tempat lain.

“Bahasanya tidak mengeluarkan santri. Tapi begini, mohon maaf mungkin kami belum bisa momong, boleh dipindah ke tempat lain yang lebih baik, “ tuturnya.

Bahkan ketika santri yang akan pindah berpamitan, selalu dido’akan oleh Kyai Syahid.

“Abah ngendika kon salaman karo aku, anak yang keluar itu dido’akan sama abah. Cara-cara seperti itu saya terapkan sekarang, “ papar Ibu Nyai.

Selain itu dirinya selalu menekankan kepada anak untuk mengingat orang tua masing-masing, yang telah berjuang. Ia optimis mereka suatu saat nanti akan menjadi anak yang baik.

“Makanya kalau anak (santri) rewel, saya minta mendo’akan bapak ibunya, mengingat gimana perjuangan bapak ibunya, “ pungkasnya.

Kesabaran dan ketangguhan Ibu Nyai Rohmawati Syahid membesarkan pondok pesantren Alhamdulillah berbuah penghargaan sebagai Wanita Inspiratif 2021 Kategori Keagamaan, dari Perkumpulan Senin Pahing, sebuah komunitas yang aktif mengkampanyekan semangat perjuangan RA Kartini.

Meski sejatinya wanita berusia 47 tahun tersebut, tak pernah mengharapkan penghargaan. Penghargaan diserahkan di Taman Batik Akar (TBAK) Desa Bulu, Kecamatan Bulu dekat makam pahlawan RA Kartini, hari Minggu (25/04). (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *