Menarik, Bupati Ungkap 2 Calon Lokasi Yang Layak Untuk Pasar Batik
Bupati Rembang, Abdul Hafidz (berpeci) memaparkan program Pemkab, saat bertemu pelaku UMKM di Rumah BUMN.
Bupati Rembang, Abdul Hafidz (berpeci) memaparkan program Pemkab, saat bertemu pelaku UMKM di Rumah BUMN.

Rembang – Pemerintah Kabupaten Rembang membidik dua calon lokasi untuk dijadikan sebagai Pasar Batik.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyampaikan hal itu di sela-sela kegiatan temu pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Rumah BUMN, kawasan Taman Rekreasi Pantai Kartini Rembang, baru-baru ini.

Kedua titik yang dilirik untuk Pasar Batik, yakni pinggir jalur Pantura sekitar Pantai Karangjahe – Rembang atau di lokasi Terminal Lasem.

“Kalau nggak di Terminal Lasem ya kanan kirinya Karangjahe, “ tuturnya.

Pasar Batik akan dilengkapi aktivitas bagaimana proses membuat batik tulis Lasem, sehingga memiliki nilai edukasi bagi para pengunjung. Hal itu dinilai tepat, untuk daya tarik kaum wisatawan.

“Jadi nggak hanya orang datang beli batik, tetapi juga tahu proses pembuatannya. Apalagi batik Lasem ini sudah punya hak cipta, dan sudah diperbupkan, nggak khawatir diklaim pihak lain, “ tandas Bupati.

Hafidz secara khusus mengapresiasi keberadaan Rumah BUMN yang diprakarsai oleh PT Semen Gresik, karena terbukti mampu menjadi jembatan pelaku usaha UMKM untuk lebih berdaya saing, sekaligus membuka pangsa pasar secara langsung.

“Di Rumah BUMN produk dipajang, kemudian ada pelatihan-pelatihan. Produk-produk agar bisa laku, caranya bagaimana. Ya Rumah BUMN ini jawabannya, “ imbuh Hafidz.

Disinggung efek pandemi Covid-19 bagi dunia usaha, Hafidz mengakui hampir semua sektor merasakan. Tapi ia optimis pandemi di Kabupaten Rembang akan segera tuntas.

“Jumlah penderita di rumah sakit dan orang tanpa gejala (OTG) yang isolasi semakin menurun. Kalau nggak ada tambahan, dalam waktu dekat ini akan selesai, “ pungkasnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *