Tak Terpakai Selama Pilkada, KPU Rembang Ungkap Nominal Anggaran Yang Dikembalikan Ke Kas Daerah
Ketua KPU Kabupaten Rembang, M. Ika Iqbal Fahmi (batik hitam) menyerahkan cindera mata kepada Ketua PWI Kabupaten Rembang, Musyafa Musa di sela-sela kegiatan Media Gathering, Senin malam.
Ketua KPU Kabupaten Rembang, M. Ika Iqbal Fahmi (batik hitam) menyerahkan cindera mata kepada Ketua PWI Kabupaten Rembang, Musyafa Musa di sela-sela kegiatan Media Gathering, Senin malam.

Rembang – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Rembang akan mengembalikan anggaran Pilkada 2020 sekira Rp 850 Juta, kepada kas daerah.

Ketua KPU Kabupaten Rembang, M. Ika Iqbal Fahmi mengatakan pihaknya menerima total anggaran melalui APBD Kabupaten Rembang sebesar Rp 21,7 Miliar. Dari jumlah tersebut, Rp 850 Jutaan tidak terpakai selama proses tahapan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Rembang, sehingga harus dikembalikan ke kas daerah.

“Ya ini sudah dihitung oleh pihak Sekretariat KPU dan akan dikembalikan ke kas daerah. Terhitung tanggal 31 Maret 2021, pemakaian anggaran untuk Pilkada sudah selesai, ” paparnya di hadapan para wartawan, ketika Media Gathering evaluasi Pilkada, Senin malam (29/03).

Komisioner KPU Kabupaten Rembang, Zaenal Abidin mengungkapkan Pilkada 2020 menjadi sejarah, karena kali pertama ada gugatan ke Mahkamah Konstitusi.

“Tetap kita syukuri, karena mendapatkan pengalaman baru. Bagi temen-temen media, juga ada berita baru. Kalau nggak ada gugatan, mungkin berita Pilkada sudah lama selesai, “ papar Zaenal Abidin.

Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rembang, Musyafa Musa berpendapat selama ini kemitraan antara pekerja pers dengan KPU Kabupaten Rembang sudah terjalin sangat baik.

Musa berharap menghadapi Pilkada serentak secara nasional di tahun 2024, hubungan tersebut bisa lebih ditingkatkan untuk menjawab kebutuhan akses informasi kepada masyarakat.

“Kalau kemarin-kemarin masih ada yang terlewatkan, padahal informasi itu dibutuhkan masyarakat, kedepan bisa lebih kita sinergikan. Soalnya masa dulu dan sekarang sudah berbeda. Kejadian detik ini, publik biasanya sudah langsung ingin tahu. Kecepatan arus informasi Pilkada, yang perlu menjadi atensi bersama, ” ujarnya.

Musa mengamati kekuatan media sosial tetap akan menjadi fokus perhatian awak media. Manakala produk berita sudah siap, umumnya materi akan langsung dibagikan melalui media sosial.

“Ini menjadi cara media untuk terus mengikuti selera masyarakat. Saya rasa temen-temen media memiliki banyak pengikut di Medsos, sehingga akan dioptimalkan dalam menyebarluaskan informasi, ” pungkasnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *