Masalah Ini Yang Menjadi Pemicu Harga Bawang Merah Kian Meroket
Pedagang bawang merah di Pasar Rembang, Selasa (02/03).
Pedagang bawang merah di Pasar Rembang, Selasa (02/03).

Rembang – Harga bawang merah di pasar tradisional semakin meningkat, sehingga membuat pedagang tidak berani memathok stok dalam jumlah banyak.

Sunarni, seorang penjual bawang merah di Pasar Rembang, hari Selasa (02 Maret 2021) menjelaskan harga bawang merah sebelumnya Rp 25.000, sekarang sudah mencapai Rp 35.000 per kilo gram. Fenomena semacam ini sudah terjadi sebulan terakhir.

“Harga bawang merah sering naik-turun. Kondisinya tidak pasti, jadi membingungkan pedagang juga, “ ujarnya.

Sunarni menambahkan pedagang kecil seperti dirinya tidak berani menyetok barang dalam jumlah banyak. Ia khawatir akan menanggung rugi besar, jika sewaktu-waktu harga bawang merah turun.

Namun jika melihat pengalaman tahun sebelumnya, diprediksi harga bawang merah akan terus melambung, ketika mendekati bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

“Dulu harganya menembus Rp 60.000 per Kg. Puasa masih agak lama, jadi nggak berani kulakan banyak, “ imbuh Sunarni.

Sementara itu seorang petani bawang merah di Kecamatan Sumber, Kartono mengatakan curah hujan tinggi mengakibatkan banyak lahan bawang merah terkena banjir, sehingga hasil panen menurun.

“Kondisi tersebut yang menjadi salah satu penyebab, kenapa harga bawang merah terus naik, “ ucapnya. (Musyafa Musa/ Ria Yusnul).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *