“Siang Gersang, Ketika Malam Suram…”
Pengguna jalan memadati akses jalan di sekitar Bundaran Pasar. (Foto atas) Kota Rembang tampak dari udara.
Pengguna jalan memadati akses jalan di sekitar Bundaran Pasar Rembang. (Foto atas) Kota Rembang tampak dari udara.

Rembang – Wajah Kota Rembang bertahun-tahun dianggap monoton dan kurang ada sentuhan inovasi.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rembang, Musyafa’ Musa menyampaikan pendapat tersebut, saat diskusi dengan Wakil Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro’, di rumah dinas Wakil Bupati, Senin siang (01 Maret 2021).

Musyafa’ khawatir kondisi ini bukan melulu karena keterbatasan anggaran. Tapi bisa saja tidak ada kemauan kuat dari jajaran birokrasi pemerintahan, untuk beraksi dalam menata kota.

“Bertahun-tahun ya seperti ini kondisinya, monoton. Bukan bermaksud mengintervensi apalagi menggurui Wakil Bupati, ini hanya keluh kesah rakyat biasa yang kebetulan jadi seorang wartawan, “ ungkapnya ketika menyampaikan sambutan.

Ia mencontohkan hal-hal kecil. Misalnya, gapura masuk Kota Rembang, dari arah Desa Banyudono Kecamatan Kaliori maupun Desa Tireman, Rembang, ketika malam hari, tidak menunjukkan identitas sebuah kota, karena sangat gelap. Belum lagi masalah Alun-Alun Rembang yang terkesan kumuh dan kotor, padahal merupakan jantung kota.

“Kenapa saya sebutkan hal-hal yang kecil, bagaimana mau menangani hal-hal besar, kalau masalah remeh temeh seperti itu, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun tidak diperhatikan serius, “ kata Musa.

Musa kemudian menyebut slogan Hafidz – Hanies, yakni Gambyak, Riang, Gembira, nantinya dapat diwujudkan dalam konsep penataan kota.

“Bikin Rembang gambyak, riang, gembira juga. Jangan seperti sekarang, kalau siang gersang, ketika malam semakin suram. Saya yakin warga di desa pun akan merasa senang kalau Kota Rembang pandai bersolek, “ pungkasnya.

Wakil Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro’ menyampaikan terima kasih atas masukan-masukan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Menurutnya, diskusi seperti ini penting, karena pemerintah perlu diingatkan.

“Saya sebagai pendatang baru di arena birokrasi, pemerintahan harus sering-sering diajak diskusi, akan sangat membantu saya secara pribadi maupun pertumbuhan pembangunan di Rembang, “ ujarnya.

Wakil Bupati yang biasa disapa Gus Hanies ini mengakui kalau pemerintahan sebelumnya, menata dari desa ke kota. Maka mulai periode Hafidz – Hanies ini akan dibalik, dari kota menuju desa.

“Di pedesaan dan pegunungan sudah dilakukan banyak pembangunan. Mulai pemerintahan ini akan kita balik, dari dalam dulu, baru nanti keluar. Ditailnya seperti apa, pak Bupati yang lebih tahu, karena saya sifatnya membantu kebijakan pak Bupati, “ beber Gus Hanies.

Hanies menambahkan tidak hanya mengundang PWI, Senin siang sampai malam hari, pihaknya juga mengundang berbagai kalangan masyarakat, seperti Barisan Alumni Leteh, Relawan Joglo Pergerakan dan pengurus Gerakan Pemuda Ansor tingkat kecamatan.

“Kita ingin mencari banyak info dan masukan, untuk kebaikan Kabupaten Rembang kedepan, “ ucap Wabup. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *