Akhirnya Anak Ini Ketemu Orang Tuanya, Kenapa Bisa Sampai Lampu Bangjo Penthungan ?
Anak yang ditemukan di sekitar lampu pengatur lalu lintas Pasar Penthungan, akhirnya bisa berkumpul lagi dengan orang tuanya.
Anak yang ditemukan di sekitar lampu pengatur lalu lintas Pasar Penthungan, akhirnya bisa berkumpul lagi dengan orang tuanya.

Rembang – Kisah seorang bocah perempuan berusia sekira 4 tahun yang menyeberang jalan sendirian di jalur Pantura, dekat lampu pengatur lalu lintas Perempatan Penthungan, Rembang, hari Sabtu (23/01) membuat Moch. Lilik Wijanarko sulit melupakan kejadian itu, karena ia ikut menolong anak tersebut di tengah padatnya arus lalu lintas.

Lilik yang merupakan warga Desa Purworejo, Kecamatan Kaliori ini mengaku semula akan membeli peralatan tambak ke sebuah toko di sebelah barat Jembatan Karanggeneng, Rembang.

Begitu sampai di “lampu bangjo” Perempatan Penthungan, terlihat ada anak kecil menyeberang jalan. Lantaran situasi arus kendaraan sangat ramai, seorang pedagang asongan berusaha menolong sampai ke pinggir jalan.

“Waktu itu saya ya kaget, anak sekecil itu kok menyeberang jalan sendirian. Untung saja ada penjual air di lampu bangjo yang sigap menolong, “ tuturnya.

Setelah itu, Lilik ikut mendekat dan menyaksikan anak tersebut kebingungan, sambil dikerubuti banyak orang. Ia menyarankan supaya dibawa ke Pos Polisi Pasar Penthungan saja, sambil menunggu kejelasan informasi mengenai asal usulnya.

“Anak ini bingung, menangis sambil minta ice cream. Lalu ada penjual nasi yang ngasih ice cream, “ imbuh Lilik yang juga anggota Banser.

Selama ia memposting temuan anak perempuan ke media sosial, cukup banyak warga yang bersedia siap mengasuh.

“Ada 5 sampai 6 orang yang siap menampung, “ ungkap Lilik.

Namun tak berselang lama ada warga yang mengenali dan mengetahui posisi rumah anak itu. Sambil didampingi aparat kepolisian, kemudian diantar dari Pos Polisi Penthungan ke rumahnya di Kelurahan Tanjungsari, Rembang.

“Ternyata rumahnya Tanjungsari mas, belakangan diketahui nama panggilannya Hanum. Saya ikut lega sudah ketemu dengan orang tuanya, “ pungkasnya.

Menurut informasi dari pihak kepolisian yang ia terima, semula Hanum sedang asyik bermain dengan temannya. Namun mereka terpisah, karena saling berlarian kesana kemari. Tanpa disadari Hanum tiba di jalur Pantura, karena posisi dengan Kelurahan Tanjungsari tergolong cukup dekat. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *