Picu Kecelakaan, Penambalan Jalan Pantura Menuai Sorotan
Pekerja memperbaiki jalan berlubang di jalur Pantura Semarang – Surabaya, tepatnya di Kecamatan Sluke, Rembang.
Pekerja memperbaiki jalan berlubang di jalur Pantura Semarang – Surabaya, tepatnya di Kecamatan Sluke, Rembang.

Rembang – Masyarakat pengguna jalan mendesak dinas terkait untuk lebih serius memperbaiki akses jalur Pantura Kabupaten Rembang, karena setelah lubang ditambal, tak berapa lama sudah rusak lagi.

Suparno, seorang warga Rembang selaku pengguna jalan mengatakan banyaknya lubang mengakibatkan beberapa kali kecelakaan lalu lintas.

“Saya sebagai masyarakat ya prihatin dan kecewa, “ ungkapnya, Minggu (27 Desember 2020).

Suparno berpendapat kualitas penambalan lubang jalan tidak kuat bertahan lama. Beberapa bulan lalu diperbaiki, kemudian begitu turun hujan, aspal cepat mengelupas. Menurutnya, karena kerusakan jalan terjadi setiap tahun, petugas yang menangani mestinya sudah lama mengevaluasi, untuk menentukan solusi tepat.

“Ketika ada air, mosok cepat mengelupas. Saya katakan aspal gemblong. Bagi saya kurang tanggap saja, kalau nggak bisa kerja, lebih baik mundur, “ bebernya.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Rembang, AKP Henrie Suryo Liquisasono ketika dikonfirmasi mengakui kerusakan jalan rawan memicu kecelakaan lalu lintas.

“Wilayah Pantura Kaliori, sekitar Clangapan, Sluke dan Sarang jadi pantauan kami, karena kecelakaan yang terjadi ya rata-rata di lokasi itu, “ ujar Kasat Lantas.

Selain berkoordinasi dengan Bina Marga, Satlantas juga memasang himbauan peringatan, supaya pengguna jalan yang melintas lebih waspada.

“Secara umum masih terpantau lancar. Cuma kemacetan dan kecelakaan perlu antisipasi dan tindakan preventif, biar jalan rusak nggak sampai menimbulkan korban, “ imbuhnya.

Sementara itu, pihak Bina Marga sudah turun melakukan penambalan lagi ke titik-titik jalan rusak. Saat ini sifatnya pemeliharaan rutin. Salah satu contoh di ruas jalan Pantura antara Dusun Pendok Desa Manggar dengan Desa Sendangmulyo Kecamatan Sluke.

“Itupun kami harus menyesuaikan dengan cuaca, kalau pas cerah, baru kita tambal. Bahkan sering pada malam hari, supaya tidak terlalu mengakibatkan kemacetan. Masih perawatan, nanti pada tahun depan baru dipetakan titik-titik yang prioritas untuk ditingkatkan. Selain faktor cuaca, beban berat muatan kendaraan yang over kapasitas, juga menjadi pemicu jalan rusak, “ kata seorang pekerja. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *