Menyedot Perhatian Masyarakat, Polisi Jelaskan Duduk Permasalahan Di Warung Sendangasri
Warga mengecek uang yang dibawa Wt. Menurut penjelasan polisi, uang tersebut adalah uang mainan.
Warga mengecek uang yang dibawa Wt. Menurut penjelasan polisi, uang tersebut adalah uang mainan.

Lasem – Pihak Polsek Lasem memastikan peristiwa yang sempat menyedot perhatian masyarakat di sebuah warung di Desa Sendangasri, Kecamatan Lasem, Selasa pagi (22/12) tidak ada unsur tindak kejahatan. Namun hanya dipicu kesalahpahaman saja.

Kapolsek Lasem, Iptu Martoyo menjelaskan semula ada seorang pria berinisial Wt dari Kecamatan Kaliori, berprofesi sebagai sopir pengangkut semen. Usai kirim semen di Lasem, Wt mengendarai sepeda motor menuju warung di Desa Sendangasri. Antara Wt dengan pemilik warung sudah saling mengenal.

Saat itu Wt ingin hutang rokok, namun ditegur oleh pemilik warung, karena hutangnya yang lalu belum dibayar. Lantaran suasana gaduh, sontak mengundang perhatian warga di sekitar warung. Bahkan mereka mengira terjadi pencurian, sehingga sejumlah orang sempat menggeledah motor milik Wt.

Ditemukanlah cukup banyak uang mainan monopoli Rp 20 ribu, 50 ribu hingga Rp 100 ribu. Suara masyarakat pun kemudian berkembang muncul dugaan beli rokok pakai uang palsu. Padahal bukan seperti itu kejadiannya. Saat ditanya, Wt menyebut uang mainan monopoli tersebut milik anaknya, yang terbawa di sepeda motor.

“Uang itu ya jelas kok ada tulisannya uang mainan, jadi ukurannya juga berbeda dengan uang asli. Rangkaian peristiwanya, mau hutang rokok, ditegur soalnya yang dulu saja belum dilunasi. Lhah warga yang berdatangan mengiranya macam-macam, “ kata Kapolsek.

Iptu Martoyo menambahkan setelah anggota patroli Polsek Lasem tiba di lokasi, berusaha memediasi dan bisa menyelesaikan mis komunikasi tersebut. Ia menegaskan tidak ada pencurian maupun upaya mengedarkan uang palsu.

“Secara obyektif kami sampaikan, tidak ada tindak pidana. Pak sopirnya juga nggak sampai menjadi sasaran anarkis warga. Anggota kami yang datang, bisa menyelesaikan, “ tandasnya.

Dibalik peristiwa tersebut, Kapolsek mengajak masyarakat untuk selalu kroscek kebenaran informasi dan jangan mudah menyimpulkan. Apalagi jika langsung disebar ke media sosial. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *