Arti Angka 1.000 Bagi Harno Dan 1.900 Bagi Abdul Hafidz, Saat Ditanya Tentang Pengangguran
Rembang dengan latar belakang dua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati.
Rembang dengan latar belakang dua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati.

Rembang – Dua orang calon Bupati Rembang mempunyai strategi untuk mengurangi angka pengangguran, sehingga kemiskinan bisa terus ditekan.

Calon Bupati Rembang nomor urut 1, Harno menjelaskan pihaknya mempunyai target mendidik 1.000 orang untuk menjadi pengusaha. Mereka akan dilatih sesuai kemampuan masing-masing, sehingga setelah lulus, bisa hidup mandiri. Kalau pun belum mandiri, setidaknya memiliki keahlian untuk mencari pekerjaan di Kabupaten Rembang atau keluar daerah.

“Mendidik putra putri kita untuk jadi pengusaha. Kami adakan program latihan kewirausahaan bagi masyarakat, per tahun 1.000 orang. Yang minat jahit, dididik di bidang menjahit, yang ingin mbengkel dididik perbengkelan, tanpa dipungut biaya. Prinsipnya, supaya bisa mandiri, “ urai Harno.

Sementara itu Calon Bupati incumbent nomor urut 2, Abdul Hafidz mengatakan Pemkab Rembang sejak awal sudah merancang kawasan industri seluas 1.900 an hektar, untuk memusatkan industri skala sedang hingga besar di area antara Rembang dan Lasem. Diharapkan Rembang menjadi Kota Industri, sehingga pengangguran terserap. Tak hanya posisi buruh, tetapi juga posisi strategis lainnya.

“Selama ini nggak karu-karuan, maka kita jadikan 1 kawasan. Tahun ini tata ruang dirubah, masih pembahasan di DPRD. Kalau hari ini masyarakat kita selesai kuliah nggak hidup di Rembang, karena nggak ada lapangan kerja, iya. Tapi insyaallah sudah kita canangkan Kota Industri, kita nggak perlu kemana-mana, “ beber Hafidz.

Masalah pengangguran dianggap memiliki keterkaitan langsung dengan angka kemiskinan, karena menentukan besar kecilnya pendapatan sebuah keluarga.

Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) mencantumkan, penduduk miskin di Kabupaten Rembang pada tahun 2019 mencapai 95,2 ribu orang atau 14,95 % dari total jumlah penduduk. Angka tersebut menurun 2,1 ribu orang, jika dibandingkan dengan penduduk miskin pada tahun 2018 yang berjumlah 97,4 ribu orang atau 15,41%. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *