Wacana Pasar Rembang Dipindah, Yukk Lihat Bagaimana Respon Pasangan Calon
Pasar Kota Rembang.
Pasar Kota Rembang.

Rembang – Wacana pemindahan Pasar Kota Rembang mendapatkan respon dari pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Rembang yang bertarung di Pilkada 09 Desember 2020.

Pasangan calon nomor urut 1, Harno – Bayu Andriyanto menyatakan kuncinya komunikasi dengan para pedagang pasar. Calon Bupati, Harno membeberkan kalau pedagang siap dipindah, maka pasar akan dipindah. Tapi kalau pedagang menghendaki tetap di lokasi tersebut, maka pihaknya jika terpilih akan memperbaiki pasar yang sudah ada. Mengingat kondisi Pasar Rembang saat ini sangat memprihatinkan dan kalah dengan kabupaten-kabupaten lain.

“Saya harus komunikasi dengan pelaku usaha yang ada di pasar tersebut. Apabila bapak ibu pedagang pasar siap dipindah, ya akan saya pindah. Tapi kalau nggak mau, akan saya perbaiki. Itu tergantung para pedagang, “ paparnya.

Calon Wakil Bupati, Bayu Andriyanto, turut mempertanyakan kenapa beberapa waktu lalu langsung muncul keputusan Pasar Rembang akan dipindah. Padahal komunikasi dengan pedagang masih kurang, seperti bentuk gambar maupun perencanaannya seperti apa. Bayu setuju, jika masyarakat pedagang ingin Pasar Rembang tetap di lokasi sekarang, sebaiknya dipertahankan.

“Saya sepakat dengan pak Harno, duduk bersama dengan pedagang, mediasi. Pak Jokowi saja ketika menjadi Wali Kota Solo, untuk memindah Pasar Klithikan nggak cukup satu dua tiga kali ketemu. Kalau masyarakat nggak kepengin dipindah ya cukup di situ saja. Cuman bagaimana merubah semua menjadi lebih representatif, “ tandas Bayu.

Sementara itu, pasangan calon nomor urut 2, Abdul Hafidz dan Hanies Cholil Barro’ menyampaikan jika terpilih akan mengintensifkan komunikasi dengan pedagang, sekaligus melihat perkembangan kedepan.

Calon Bupati incumbent, Abdul Hafidz mengakui sewaktu ada rencana pemindahan pasar, memang sempat muncul mis komunikasi dengan pedagang. Dikira lahan bekas pasar nantinya akan menjadi mall, padahal tidak.

“Kita akan kaji sesuai tata ruang. Kalau nggak apa-apa di situ, ya tetep di situ. Tapi kalau hasil kajian, misal kok harus dipindah, maka akan kami ikuti. Yang jelas koordinasi dan komunikasi dengan pedagang akan kita lakukan terus, “ beber Hafidz.

Selain itu, kalaupun kelak Pasar Rembang jadi dipindah, pedagang tidak akan dibebani biaya sedikitpun.

“Namanya pembangunan tetap bertujuan baik mas, semisal memperluas kota. Kalau pun dipindah jangan sampai menimbulkan masalah baru dan pedagang tidak akan dikenai biaya sepeserpun, “ tegas Hafidz.

Calon Wakil Bupati pendamping Abdul Hafidz, Hanies Cholil Barro’ mengakui Pasar Rembang masih perlu banyak pembenahan, termasuk bagaimana mengurai kemacetan.

“Masih perlu banyak pembenahan, termasuk kemacetan dan lain sebagainya perlu diatur. Bicara Pasar, sebenarnya bukan hanya Pasar Rembang saja, tapi pasar-pasar lain se Kabupaten Rembang, “ timpal Gus Hanies.

Sebelumnya, Pasar Rembang akan dipindah ke lahan bekas Pasar Kambing di kawasan Kampung Baru Desa Sumberejo, atau sekira 0,5 kilo meter sebelah barat Pasar Rembang sekarang ini. Bahkan pada tahun 2018 lalu, Pemkab Rembang mengalokasikan anggaran Rp 600 Juta untuk mematangkan studi kelayakan dan desain pasar. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *