Jelang Pembukaan 3 Pasar, PJS Bupati Soroti Masalah Ini. Banyak Pedagang Tolak Swab Massal
Pejabat Sementara Bupati Rembang, Imam Maskur bersama Forkopimda mengecek 3 pasar di Kecamatan Sumber, Senin (16/11).
Pejabat Sementara Bupati Rembang, Imam Maskur bersama Forkopimda mengecek 3 pasar di Kecamatan Sumber, Senin (16/11).

Sumber – Pihak Pemerintah Kabupaten Rembang mengakui sarana pra sarana untuk menunjang protokol kesehatan Covid-19 di 3 pasar tradisional di wilayah Kecamatan Sumber belum memadai. Masing-masing Pasar Kedungasem, Pasar Sumber dan Pasar Krikilan.

Pejabat Sementara (PJS) Bupati Rembang, Imam Maskur menyampaikan masalah tersebut, ketika meninjau pasar tradisional di Kecamatan Sumber, Senin pagi (16 November 2020).

Ia mencontohkan kurangnya tempat cuci tangan, kemudian sarana pengukur suhu tubuh (termo gun) maupun sekat plastik atau semacam tirai, untuk melindungi pedagang dan pembeli dari ancaman penularan Covid-19 melalui udara.

Imam juga mendorong supaya pengelola pasar memasang speaker pengeras suara, guna mengimbau pedagang maupun pengunjung pasar senantiasa mematuhi protokol kesehatan.

“Tadi kami tekankan kepada Dinindagkop dan pengelola pasar memastikan kesiapan sarana pra sarana, termasuk speaker untuk woro-woro setiap waktu. Yuk kita sama-sama patuhi protokol kesehatan, biar penularan Covid-19 dapat ditekan, “ kata Imam.

Upaya PJS Bupati Rembang bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengunjungi 3 pasar di Kecamatan Sumber, setelah pasar-pasar tersebut akan dibuka lagi pada hari Selasa (17 November 2020).

Sebelumnya, ketiga pasar itu ditutup sejak hari Sabtu lalu, karena seorang pedagang meninggal dunia, terkonfirmasi positif Covid-19. Perkembangan terbaru, 1 pedagang pasar menyusul dirawat di RSUD dr. R. Soetrasno Rembang.

Imam menambahkan upaya tes swab secara massal para pedagang di Kecamatan Sumber menghadapi kendala. Sampai saat ini baru sekira 25 orang pedagang mau menjalani tes swab, sedangkan mayoritas pedagang menolak, karena berbagai macam alasan. Pemkab bahkan harus menggandeng anggota TNI dan polisi, untuk ikut memberikan pemahaman kepada pedagang. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *