Kisah Inspiratif : Melukis Dengan Pelepah Pisang, Bagian Wajah Ini Yang Paling Sulit
Kesibukan Gunawan dan karya lukisannya berbahan pelepah pisang.
Kesibukan Gunawan dan karya lukisannya berbahan pelepah pisang.

Rembang – Berawal dari masa pandemi mengakibatkan pembelajaran tatap muka di sekolah terhenti, seorang guru SMA Santa Maria Rembang mempunyai ide untuk membuat karya lukisan wajah dengan media pelepah pisang.

Semula sekedar untuk mengisi waktu kosong di rumah selama berhenti mengajar, namun tak disangka ternyata belakangan banyak permintaan dari berbagai daerah.

Yah..begitulah kegiatan Gunawan, pria berusia 50 tahun yang tinggal di Perumahan Puri Utara III No. 66 Perumahan Puri Mondoteko, Rembang. Gunawan mengaku sudah lama senang memanfaatkan barang-barang tidak terpakai maupun mendaur ulang limbah.

Setelah memiliki banyak waktu luang di rumah sejak pandemi Covid-19 melanda akhir bulan Maret lalu, ia terpikir memanfaatkan pelepah pisang kering, untuk sarana melukis wajah. Berbekal ilmu waktu kuliah di jurusan seni lukis IKIP Semarang, Gunawan mulai membuat karya. Bahan baku dengan mudah bisa diperoleh dari pohon pisang di sekitar rumah tempat tinggalnya.

“Saya pun berburu pelepah pisang kering di lahan-lahan kosong. Kan selama ini nggak dimanfaatkan, jadi saya kumpulkan. Nggak perlu dijemur, tapi asli kering dari pohon, “ tuturnya, Senin (09 November 2020).

Semula ingin melukis pemandangan, tapi karena sudah biasa, kemudian dipilihlah obyek wajah seseorang yang bisa teridentifikasi.

“Ya ingin lebih spesifik saja mas, “ imbuh Gunawan.

Kali pertama dari foto wajah, dibuat semacam pola untuk membentuk garis-garis bidang. Setelah itu, menyiapkan kertas dan potongan-potongan pelepah pisang kering, untuk ditempelkan menggunakan lem. Tidak sembarang menempel, namun mesti dipilah-pilah sesuai tekstur dan warna. Yang unik, agar pelepah pisang menempel kuat, Gunawan mengepres lukisan dengan cara menindihnya memakai dua buah keramik.

Bagian wajah apa yang paling sulit dilukis ? Pria 2 anak tersebut mengakui bibir dan mata, membutuhkan ketelitian ekstra. Bahkan ketika sedang tidak mood, membuat 1 bagian bibir saja, terkadang butuh waktu sampai 2 hari.

Menurutnya, selama bibir dan mata sudah sesuai, orang akan mudah mengenali atau mengidentifikasi gambar. Baru kemudian disusul bagian hidung dan bentuk wajah.

“Misalnya saya mau buat lukisan pak Jokowi, yang paling menentukan adalah bibir dan mata dulu. Kalau bibir nggak kena, identifikasinya akan hilang. Disusul hidung, bentuk wajah sama bentuk rambut. Saya biasa mengerjakan pada siang hari, karena pencahayaannya bagus, “ terangnya.

Sebagai uji coba, foto ia dan isterinya, Rusti Pristitandyah menjadi obyek. Setelah itu, hasilnya dishare ke berbagai media sosial. Ternyata menuai respon positif. Tak hanya melayani tingkat lokal Kabupaten Rembang, tapi banyak pula pesanan datang dari Semarang, Jakarta, Medan, dan Kalimantan yang tertarik untuk dilukis wajahnya.

1 lukisan rata-rata bisa selesai sekira 1 Minggu. Harganya pun bervariasi, antara Rp 1 – 1,5 Juta, tergantung besar kecilnya ukuran. Selama tidak terkena air, Gunawan memperkirakan lukisan berbahan pelepah pisang akan mampu bertahan lama.

“Motivasinya masih untuk mengisi waktu ya, jadi bukan pure untuk bisnis. Lagipula ini termasuk baru, belum genap 1 tahun. Lha wong April kemarin mulai, “ kata Gunawan.

Dalam menghasilkan karya-karya unik ini, Gunawan mempunyai partner isteri yang juga paham dunia lukis, karena kebetulan sama-sama jebolan seni lukis.

Sang isteri, Rusti Pristitandyah, guru seni lukis SMA N 2 Rembang biasa mengomentari bahkan memberikan kritikan kepada dirinya.

Nah..anda tertarik mengoleksi lukisan wajah dari pelepah pisang ? Bisa datang langsung ke rumah Gunawan dan Rusti (GR) di Perumahan Puri Mondoteko Rembang atau menghubungi Nomor WA 081 392 348 641. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *