Calon Jemaah Haji Meninggal Dunia, Siapa Saja Yang Berhak Menggantikan?
Zuhri, Kepala Seksi Penyelenggara Haji Dan Umroh Kementerian Agama Kabupaten Rembang.
Zuhri, Kepala Seksi Penyelenggara Haji Dan Umroh Kementerian Agama Kabupaten Rembang.

Rembang – Calon jemaah haji yang meninggal dunia, kursi keberangkatan bisa dialihkan kepada ahli warisnya. Hal itu diatur melalui Undang-Undang No. 08 tahun 2019, tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji Dan Umrah.

Kepala Seksi Penyelenggara Haji Dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang, Zuhri mencontohkan ada seorang jemaah sudah mendaftar, dijadwalkan baru berangkat tahun 2030.

Tapi sebelum itu meninggal dunia, maka bisa digantikan oleh ahli warisnya. Mulai dari suami atau isterinya, kemudian orang tuanya, anaknya atau saudaranya.

“Nggak seperti dulu, aturan sekarang diperlonggar, bisa dialihkan kepada ahli warisnya. Tinggal siapa yang siap menggantikan, “ terang Zuhri, Senin (09 November 2020).

Zuhri mengakui apabila tidak ada ahli waris yang siap menggantikan, uang setoran haji akan dikembalikan utuh tanpa potongan. Selama syarat-syaratnya terpenuhi, pihak Kementerian Agama akan langsung memproses pencairan.

“Utuh 100 %, masuk ke rekening lagi, “ imbuhnya.

Tapi menurutnya sangat jarang ketika ada jemaah meninggal dunia, kemudian ahli warisnya minta uang dikembalikan. Tahun ini hanya ada 6 orang jemaah yang batal berangkat, termasuk karena meninggal dunia, uangnya ditarik kembali. Rata-rata mereka mengalihkan kepada ahli waris.

“Karena nunggunya saja cukup lama, ya eman-eman kalau diminta uang kembali. Mungkin itu salah satu pertimbangannya, “ ungkap Zuhri.

Pembayaran setoran awal Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) reguler sebesar Rp 25 Juta, untuk mendapatkan nomor porsi. Sedangkan total BPIH antar embarkasi berbeda-beda. Embarkasi Solo yang menjadi titik keberangkatan jemaah dari Kabupaten Rembang, terakhir kali ditetapkan Rp 35.972.602.

Namun pada tahun 2020, tidak ada keberangkatan calon jemaah haji akibat hantaman pandemi Covid-19. Mereka yang batal berangkat tahun ini, diproyeksikan akan berangkat ke tanah suci tahun 2021, apabila pemerintah Arab Saudi sudah mengizinkan. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *