Saat PJS Bupati Jalan Pagi Di Alun-Alun Rembang, Ada Sejumlah Masalah Yang Mendesak Diatasi
PJS Bupati Rembang, Imam Maskur mengecek keretakan lantai dan selokan Alun-Alunyang dipenuhi sampah, Minggu pagi (25/10).
PJS Bupati Rembang, Imam Maskur mengecek keretakan lantai dan selokan Alun-Alun yang dipenuhi sampah, Minggu pagi (25/10).

Rembang – Tanpa protokoler dan pengawalan, Pejabat Sementara (PJS) Bupati Rembang, Imam Maskur mengitari kawasan Alun-Alun Rembang, sambil olahraga jalan pagi, Minggu (25 Oktober 2020).

Imam mengakui Alun-Alun Rembang sudah bagus, tapi ada sejumlah hal yang mendesak untuk segera ditangani. Pertama, tiang lampu roboh dan retaknya lantai, sehingga menimbulkan kerawanan.

“Pojok selatan keretakan lantai berdekatan dengan tiang lampu tinggi yang besar itu. Kalau terus kemasukan air hujan, bisa saja kerusakan lantainya akan meluas, “ kata Imam.

Masalah kedua, Alun-Alun Rembang dianggap masih kotor. Bahkan selokan yang mengelilingi Alun-Alun, dipenuhi sampah daun dan plastik. Belum lagi air bekas cucian piring dari pedagang menggenang di sejumlah titik, mengakibatkan bau tidak sedap.

Karena dalam waktu dekat sudah memasuki musim penghujan, ia memastikan pihaknya akan segera menindaklanjuti.

“Saya di sini kan hanya beberapa bulan. Kami mencoba mana saja yang kurang, kasih masukan kepada Bappeda untuk pembenahan, terutama Alun-Alun, “ tuturnya.

Menurutnya, kalau pengunjung luar daerah singgah ke Alun-Alun Rembang, menjumpai kondisi kotor dan bau tidak sedap, tentu akan merasa kurang nyaman. Sebaliknya jika bersih, pengunjung suatu saat akan tertarik untuk datang lagi.

Terkait Alun-Alun, Imam menambahkan ada dua instansi yang bertanggung jawab, yakni Dinas Perumahan Dan Permukiman, serta Dinas Lingkungan Hidup.

“Sudah saya telefon kepala dinasnya, biar dibersihkan dan ditata, supaya nggak ada genangan. Kebetulan saya tiap pagi ke sini mas, jadi ya tahu persis, “ imbuh Imam.

Selokan sisi timur tertutup sampah.
Selokan sisi timur tertutup sampah.

Imam yang merupakan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ini tidak mempermasalahkan beroperasinya para pedagang kaki lima (PKL). Tapi sudah sewajarnya mereka jauh lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan Alun-Alun. Salah satunya, dengan tidak membuang sembarangan air bekas cucian piring.

“Setelah selesai jualan, sampah-sampahnya dibersihkan, air bekas cucian piring jangan dibuang di Alun-Alun. Tapi harus punya tempat sendiri, kemudian dibuang ke mana gitu atau syukur dibawa pulang, ditangani sendiri, “ tandasnya.

Soal usulan dari masyarakat agar Alun-Alun ditangani oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) khusus agar lebih fokus, mengingat sebagai wajah kota dan pusat warga berolahraga, Imam menanggapi usulan bagus dan layak untuk dikaji.

“Bagus itu, tapi perlu dikaji memungkinkan atau tidak, “ pungkas mantan Camat Kedungbanteng Kabupaten Tegal yang menjadi Kabiro Kesra Pemprov Jateng melalui lelang jabatan ini. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *