Alasan Tersangka Nekat Menjambret, Sungguh Mengejutkan
Helm milik tersangka pecah, saat amuk massa. (Foto atas) Kapolres Rembang, AKBP Kurniawan Tandi Rongre, Jum’at pagi (23/10) menunjukkan barang bukti tas yang dijambret tersangka pelaku.
Helm milik tersangka pecah, saat amuk massa. (Foto atas) Kapolres Rembang, AKBP Kurniawan Tandi Rongre, Jum’at pagi (23/10) menunjukkan barang bukti tas yang dijambret tersangka pelaku.

Rembang – Tersangka pelaku penjambretan yang tertangkap massa saat beraksi di jalan antara Desa Karangsekar dengan Desa Bogoharjo Kecamatan Kaliori, melontarkan alasan cukup mengejutkan, kenapa dirinya nekat menjambret tas milik seorang wanita.

Saat konferensi pers di halaman Satuan Reserse Dan Kriminal Polres Rembang, Jum’at pagi (23 Oktober 2020), tersangka KA (22 tahun), warga Desa Sekarsari Kecamatan Sumber mengaku akan berangkat kerja ke Kelurahan Magersari, Rembang, kebetulan melihat ada wanita diboncengkan motor membawa tas. Saat itulah niat jahatnya muncul.

“Saya kerja di usaha tanaman di Rembang. Waktu kejadian nggak survei dulu, ya spontan itu, “ ujarnya.

Saat ditanya kenapa menjambret ? KA beralasan uang hasil manjembret rencananya akan digunakan untuk memperbaiki sarana menyanyi (karaoke) di rumah, yang kebetulan sedang rusak.

“Buat benerin, untuk nyanyi karaoke di rumah, “ imbuhnya lirih.

Terkait motor Yamaha Vega yang dibakar massa usai kepergok, menurut KA adalah kendaraan ia sendiri. Namun motor tersebut hanya ada STNK nya, tanpa BPKB.

“Nggak ada platnya, memang sudah lama nggak ada plat nomornya, “ beber KA.

Sementara itu Kapolres Rembang, AKBP Kurniawan Tandi Rongre menyatakan ketika beraksi, tersangka pelaku gagal membawa kabur tas milik korban, karena terlanjur tertangkap massa. Berdasarkan penyidikan Reskrim, tersangka baru kali pertama ini menjambret.

“Apesnya tersangka, baru kali pertama, namun sudah ketangkep, “ kata Kapolres.

Rongre menambahkan dibalik kejadian tersebut, ia mengajak masyarakat terutama kaum wanita untuk lebih waspada ketika membawa barang berharga. Tas sebaiknya ditaruh di tempat tersembunyi, sehingga tidak mudah memancing pelaku kejahatan.

“Mohon lebih safety lagi, ditaruh di dalam jok misalnya, biar nggak menarik pelaku kejahatan, “ tuturnya.

Di samping itu, Rongre juga mengimbau masyarakat jangan main hakim sendiri, ketika mengamankan tersangka pelaku kejahatan.

“Sebaiknya diamankan ke kepolisian terdekat, jangan main hakim sendiri, karena negara kita negara hukum, “ tandasnya.

Polisi menjerat tersangka dengan pasal 53 KUHP Juncto (bertalian-red) Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan (Curas), ancaman hukumannya 9 tahun penjara.

Sebelumnya, tersangka KA manjembret tas milik Semiati (35 tahun) warga Desa Bogoharjo Kecamatan Kaliori, Selasa (20 Oktober 2020). Posisi Semiati diboncengkan rekannya, usai membeli sayur dari Desa Karangsekar. Sempat terjadi tarik menarik tas antara tersangka dengan korban. Tersangka akhirnya tertangkap massa, kemudian motornya dibakar. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *