Ikan Lumba-Lumba Mati Terdampar, Ada Sejumlah kemungkinan Penyebab
Bangkai ikan lumba-lumba ditemukan terdampar di pinggir pantai Kelurahan Pacar, Rembang.
Bangkai ikan lumba-lumba ditemukan terdampar di pinggir pantai Kelurahan Pacar, Rembang.

Rembang – Matinya ikan lumba-lumba yang terdampar di pinggir pantai Kelurahan Pacar, Rembang, membuat sejumlah kalangan turut prihatin.

Lestari, seorang tokoh nelayan Kelurahan Pacar mengatakan melihat bangkai lumba-lumba dengan kondisi rusak di pinggir pantai semacam itu, tentu saja merupakan pemandangan yang menyedihkan.

“Waktu saya sampai di pantai, kondisinya sudah mati, dengan kulit mulai rusak mengelupas. Dulu-dulu ya pernah ada, tapi untuk tahun-tahun ini kok baru kali pertama ini, “ tuturnya, Selasa (20 Oktober 2020).

Lestari menduga ada 2 kemungkinan kenapa ikan lumba-lumba sampai mati dan terdampar. Pertama, bisa saja tersangkut jaring ikan, kemudian dibuang oleh nelayan. Dugaan lain, akibat pengaruh pencemaran atau polusi laut.

“Kalau nelayan dapat ikan lumba-lumba biasanya dibuang lagi. Kemungkinan lain, di pantai ada pencemaran, tapi itu barangkali, kan perlu kajian lebih lanjut, “ imbuh Lestari.

Jika dibandingkan dulu dan sekarang, ia teringat era tahun 1990 – 2000 an masih sering menjumpai ikan lumba-lumba mengikuti kapal nelayan, ketika berangkat maupun pulang melaut. Namun sekarang penampakan lumba-lumba sudah sangat jarang.

“Dulu lumba-lumba kalau mengikuti kapal, asyik gitu lho lihatnya, sekarang nggak pernah ada, “ bebernya.

Menurut catatan Radio R2B, tahun 2011 silam, nelayan pernah menemukan ikan lumba-lumba mati di pinggir pantai Desa Dasun Kecamatan Lasem. Tahun 2018, ikan lumba-lumba juga mati terdampar di pinggir pantai Desa Pasar Banggi, Rembang.

Suminto, seorang pegiat lingkungan pesisir pantai mengakui ikan lumba-lumba termasuk mamalia yang terancam punah. Keberadaannya terganggu oleh pencemaran, suara bising kapal, aktivitas pengeboran di tengah laut hingga kemungkinan berlindung ke laut dangkal, dari ancaman predator.

“Kalau yang terdampar 1 biasanya terpisah dari kelompoknya. Ikan lumba-lumba jumlahnya semakin berkurang, jadi mohon nelayan juga ikut peduli. Misalnya tersangkut jaring, ya segera dilepaskan kembali ke laut. Jangan dibiarkan sampai mati dulu, baru dibuang, “ kata Suminto. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp 4 miliar.