3 Titik Jalan Yang Dikucuri DBHCHT, Angkanya Naik Ketimbang Tahun Kemarin
Ruas jalan Sendangagung – Gunungsari dilebarkan. (Foto atas) Pengerjaan jalan Kasreman – Punjulharjo.
Ruas jalan Sendangagung – Gunungsari dilebarkan. (Foto atas) Pengerjaan jalan Kasreman – Punjulharjo.

Rembang – Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kabupaten Rembang, menangani 3 proyek kegiatan fisik yang dibiayai oleh Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) pada tahun 2020.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kabupaten Rembang, Sugiharto memaparkan pertama adalah proyek peningkatan jalan Tireman – Ngotet dengan alokasi anggaran Rp 4,8 Milyar. Setelah tender lelang, nilai proyeknya menjadi Rp 3,5 Milyar. Jenis pekerjaan berupa pembetonan jalan sepanjang 890 Meter, dengan lebar 7 Meter. Proyek tersebut digarap oleh PT. Sutikno Tirta Kencana dari Banjarnegara.

“Jalur Tireman – Ngotet ini sering disebut masyarakat sebagai jalan lingkar, kerap dilalui truk-truk besar maupun kendaraan berat. Proyek berlangsung dari tanggal 30 Juli sampai 26 November 2020, rentang waktunya selama 4 bulan, “ terangnya.

Peningkatan jalan Tireman – Ngotet ini, sekaligus melanjutkan proyek pembetonan secara bertahap dari arah Ngotet (selatan). Semula akan menggunakan dana alokasi khusus (DAK) dari pemerintah pusat. Namun karena DAK ditarik dan dialihkan untuk penanganan Covid-19, sehingga akhirnya ditopang DBHCHT.

Sugiharto menambahkan proyek kedua adalah pelebaran jalan Sendangagung (Jeruk) – Gunungsari di Kecamatan Kaliori. Kala itu ditetapkan anggarannya Rp 923 Jutaan, kemudian setelah tender nilai proyeknya menjadi Rp 782 Jutaan. Akses jalan yang dilebarkan 706 Meter. Setelah kanan kiri jalan ditambah 1,5 Meter, nantinya total lebar jalan 4,5 Meter. Menurutnya, jalan antar kecamatan itu memiliki intensitas lalu lintas harian (LHR) cukup padat, terutama waktu pagi dan sore hari.

“Pelebaran ruas jalan itu memang menjadi prioritas pak Bupati. Yang mengerjakan pelebaran jalan Sendangagung – Gunungsari CV. Wahana Tirta Rembang, “ imbuhnya.

Selain dua ruas jalan tersebut, DBHCHT juga menyasar peningkatan jalan antara Desa Kasreman – menuju arah jalur Pantura Desa Punjulharjo, Rembang. Sugiharto memperinci alokasi anggaran diploting sekira Rp 923 Juta. Namun setelah melalui tender lelang, nilainya menjadi Rp 779 Jutaan.

Proyek digarap oleh CV Timur Jaya Abadi dari Pati, dengan rentang waktu antara tanggal 15 September sampai dengan 13 November 2020. Jenis penggarapannya berupa aspal hotmix sepanjang 1,5 kilo Meter dan lebar 3,5 Meter.

Meski terjadi pandemi Covid-19, namun DBHCHT untuk proyek fisik justru naik. Tahun lalu, instansinya menerima anggaran sekira Rp 3,5 Milyar, untuk pembetonan jalan lingkar Ngotet-Tireman dan penataan jalan wisata menuju Pantai Caruban Lasem. Namun pada tahun ini, anggaran total dari DBHCHT menembus Rp 6,6  Milyar lebih untuk menata 3 titik jalan.

“Semula kami prediksi turun, tapi setelah dibandingkan dengan periode tahun lalu, ternyata naik nominalnya, “ imbuh Sugiharto.

Soal pemakaian DBHCHT untuk perbaikan jalan, baginya jalan memiliki fungsi lebih luas, karena sasaran dan peruntukannya jelas. Meski sasaran tidak berada di kawasan sentra tembakau, namun ia meyakini petani tembakau pun tetap merasakan manfaatnya.

“Sebut saja warga Kecamatan Sulang yang merupakan daerah pusat tembakau, mereka suatu saat juga akan lewat jalan lingkar Tireman – Ngotet. Begitu juga yang dari Kecamatan Pamotan mau setor tembakau, bisa lewat jalur tersebut, “ kata Sugiharto.

Lalu bagaimana dengan jalan-jalan sentra tembakau yang rusak, apakah ada prioritas penanganan ? Ia menganggap idealnya seperti itu, maka tim di lapangan diperintahkan untuk mencermati, supaya pembangunan merata dan tetap mengedepankan asas keadilan antara kawasan perkotaan dengan pedesaan.

Sugiharto mengakui kebanyakan masyarakat menganggap bahwa pembangunan berhasil, manakala akses jalan antar desa maupun jalan antar kecamatan bagus. Padahal indikatornya, tidak melulu diukur dari kondisi jalan saja.

“Mungkin karena jalan adalah fasilitas publik yang dirasakan langsung setiap hari. Harusnya tidak seperti itu, lihatlah Puskesmas dan pasar-pasar tradisional kita, luar biasa. Jangan terfokus pada jalan, sampai-sampai menjadi agak manja ya. Jalan rusak sedikit saja, sudah ramai di media sosial. Padahal untuk dana pemeliharaan jalan sedikit sekali. Jujur saja DBHCHT sangat membantu kami, “ urainya.

Sementara itu, anggota Komisi III Bidang Pembangunan DPRD Rembang, Puji Santoso mengatakan pihaknya sudah melakukan pengecekan di proyek-proyek yang dibiayai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Puji menilai bagus pelebaran akses Jalan Sendangagung – Gunungsari, sekaligus mendukung pelebaran dilanjutkan bertahap tiap tahun, menyesuaikan kemampuan anggaran.

“Ruang milik jalan masih memungkinkan, meski terbatas. Yang penting berem untuk menguruk bahu jalan kanan kiri rata dengan badan jalan dan benar-benar dipadatkan, biar tidak membahayakan, “ kata Puji.

Puji menambahkan Komisi III juga datang memantau penggarapan jalan lingkar Tireman – Ngotet. Menurutnya, truk-truk yang melintas di jalur tersebut bermuatan berat, bahkan sering kali melebihi kapasitas. Maka perlu diimbangi dengan kekuatan jalan yang memadai, supaya kuat bertahan lama.

“Untuk jalan lingkar, kami rekomendasikan kekuatan beton adalah yang paling pokok. Jadi mulai dasar lantainya sampai lapisan teratas, harus betul-betul diperhatikan. Kalau tidak, kita khawatir akan cepat rusak, karena beban muatan, “  tandasnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *