Saat Pekerja Seni Mengadu Di Depan Para Pejabat, Akhirnya Muncul 3 Keputusan. Apa Saja ?
Suasana pertemuan perwakilan pekerja seni dengan Forkopimda di ruang kerja PJS Bupati, Kamis sore (15/10).
Suasana pertemuan perwakilan pekerja seni dengan Forkopimda di ruang kerja PJS Bupati, Kamis sore (15/10).

Rembang – Ada 3 butir keputusan, ketika berlangsung pertemuan antara perwakilan pekerja seni dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di ruang kerja Pejabat Sementara (PJS) Bupati Rembang, Kamis sore (15/10).

Tiga keputusan tersebut diantaranya :

  • Aktivitas pentas seni tidak mendapatkan izin sampai dengan selesai pemilihan Bupati dan Wakil Bupati.
  • Direncanakan konser virtual secara bergantian di Pendopo Museum Kartini.
  • Akan diupayakan bantuan sosial bagi pelaku seni se Kabupaten Rembang.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Rembang, Purwono, saat dikonfirmasi Jum’at sore (16 Oktober 2020) mengaku ikut hadir dalam pertemuan tersebut.

Ia membenarkan semula pekerja seni ingin mendapatkan kelonggaran agar diperbolehkan pentas kecil-kecilan atau lesehan, ketika orang punya kerja. Namun usulan itu ditolak lantaran pertimbangan pandemi Covid-19, akhirnya dijanjikan setelah Pilkada (09 Desember 2020), baru bisa mengadakan pentas seni.

“Awalnya pekerja seni memang menginginkan boleh pentas lesehan, tapi dari pak Pjs Bupati, pak Kapolres dan pak Dandim belum bisa mengizinkan. Keputusan dan kesepakatannya setelah Pilbup, “ ujarnya.

Purwono menambahkan pihaknya merancang pentas minimalis virtual secara bergantian di Pendopo Museum Kartini.

“Rencananya yang pentas dikasih honor, tapi ya nggak sebesar kalau pas pentas manggung pada umumnya, “ imbuh Purwono.

Sedangkan rencana bantuan sosial untuk pekerja seni, masih dalam proses pendataan dan verifikasi. Jika ditotal semua yang terlibat dalam dunia seni, perkiraan ada 2 ribuan orang.

“Sejak bulan April, Kementerian Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif sudah menyalurkan bantuan berupa paket lauk pauk siap saji dan pelaku seni ada yang dapat. Mau kita konsultasikan, apakah mereka akan tetap kita usulkan ikut terima Bansos atau tidak, “ paparnya.

Ia turut mengimbau supaya pendataan lebih cepat, masing-masing koordinator wilayah bisa bergerak untuk jemput bola.

“Biar datanya segera naik ke meja pak PJS Bupati, “ pungkasnya.

Seorang pekerja seni di Rembang, Devi A mengaku meski merasa berat, tapi ia akan ikut mengawal, agar keputusan itu benar-benar dijalankan.

“Kalau boleh milih, ya tetap pengin pentas, dengan mematuhi protokol kesehatan. Tapi kalau sudah diputuskan begitu, mau gimana lagi. Kita sejak bulan Maret lalu nganggur, kemudian boleh pentas. Hanya jalan sebentar, kini dilarang lagi. Bansos semoga terwujud, nggak cuma janji saja dan yang terpenting tepat sasaran, “ ungkap Devi. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *