Tak Hanya Andalkan Anggaran Daerah, Pihak-Pihak Ini Turun Tangan Bantu Air Bersih
Penyaluran air bersih dari PT Semen Gresik Pabrik Rembang di Desa Seren, Kecamatan Sulang.
Penyaluran air bersih dari PT Semen Gresik Pabrik Rembang di Desa Seren, Kecamatan Sulang.

Rembang – Upaya mengatasi dampak kekeringan di Kabupaten Rembang menjadi perhatian banyak pihak, karena anggaran di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, hanya Rp 200 Juta atau setara dengan 1.000 tangki.

Salah satunya datang dari PT Semen Gresik Pabrik Rembang. Pabrik semen yang menjadi bagian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut, menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 100 tangki.

Dharma Sunyata, Kepala Unit Komunikasi dan CSR PT Semen Gresik mengatakan bantuan air dibagikan ke 38 desa di 14 kecamatan. Langkah ini merupakan program Semen Gresik Peduli Bencana. Untuk pendistribusian, pihaknya menggandeng BPBD Kabupaten Rembang.

“Penyaluran dilakukan setiap hari secara bergilir. Kita petakan desa mana saja yang sangat membutuhkan bantuan, agar benar-benar tepat sasaran,” Kata Dharma.

Dharma menambahkan selain membantu air bersih, pihaknya juga turut berpartisipasi membangun embung dan meningkatkan penghijauan di desa-desa sekitar perusahaan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Rembang, Budi Asmara menyampaikan saat ini bantuan air bersih juga datang dari sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) maupun BUMN.

“Selain dari PT. Semen Gresik, droping air bersih juga dibantu oleh BPR BKK Lasem, Bank Jateng, BRI, dan PLN. Tentu saja ini sangat membantu masyarakat, “ tuturnya.

Budi Asmara menambahkan anggaran droping air bersih dari APBD Kabupaten Rembang sebesar Rp 200 Juta, hingga periode pertengahan bulan Oktober ini sudah tersalurkan separuh.

“Laporan yang kami terima dari seksi yang menangani sudah 500 an tangki didistribusikan. Jadi masih ada 500 an tangki lagi, semoga mencukupi sampai datangnya musim penghujan, “ kata Budi.

Sesuai ramalan Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika (BMKG), musim kemarau di wilayah Kabupaten Rembang akan berakhir bulan Desember mendatang.

“Namun kita akui bahwa intensitas curah hujan di sini tergolong rendah, “ pungkasnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *