Para Pengurus Seni Bela Diri Penuhi Ruang Rapat Bupati, Lhoo Ada Apa ?
Rapat koordinasi Pilkada 2020 dan sialturahmi dengan perguruan seni bela diri, di ruang rapat Bupati Rembang, Selasa pagi. (Foto atas) Perwakilan dari bela diri Muaythai membubuhkan tanda tangan.
Rapat koordinasi Pilkada 2020 dan sialturahmi dengan perguruan seni bela diri, di ruang rapat Bupati Rembang, Selasa pagi. (Foto atas) Perwakilan dari bela diri Muaythai membubuhkan tanda tangan.

Rembang – Pihak Pemerintah Kabupaten Rembang, Selasa pagi (13 Oktober 2020) mengumpulkan para pengurus seni bela diri di ruang rapat Bupati, untuk diajak bersama-sama mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif. Lebih-lebih menjelang gawe Pilkada 09 Desember 2020.

Perwakilan seni bela diri yang hadir dalam kegiatan tersebut meliputi dari pencak silat, karate, taekwondo, wushu dan muaythai.

Pejabat Sementara (PJS) Bupati Rembang, Imam Maskur mengakui saat ini eranya media sosial. Sering orang salah paham, karena beda pendapat di media sosial. Maka ia mengimbau pengurus seni bela diri ikut mengendalikan anggotanya masing-masing.

“Kadang nulis nggak terkontrol, membuat persepsinya berbeda dengan masyarakat lain. Belum pernah ketemu, tapi ketemunya di Medsos, sehingga memicu perselisihan. Seandainya perbedaan pendapat dapat dimusyawarahkan, tentu akan lebih baik, “ kata Imam.

Kapolres Rembang, AKBP Kurniawan Tandi Rongre menyampaikan forum silaturahmi dengan pengurus seni bela diri semacam ini, merupakan langkah awal menjalin komunikasi lebih lanjut. Menurutnya, untuk mewujudkan kondusifitas, perlu saling bahu membahu.

“Belum lama ini kami usul agar diadakan silaturahmi dengan perguruan seni bela diri, ternyata disikapi positif oleh pak PJS Bupati dan Forkopimda. Jadi nantinya kalau ada masalah, bisa lekas dikomunikasikan, “ tandasnya.

Suswantoro, mewakili Ikatan Pencak Silat Indonesia yang menaungi 9 perguruan pencak silat mendukung terwujudnya Pilkada aman dan damai. Ia memastikan meski berbeda pilihan, jangan sampai merusak persaudaraan.

“Kami juga sudah keliling, kebetulan anggota terbanyak di PSH Terate, mereka siap mendukung program pemerintah dan situasi yang kondusif. Bagaimanapun sesuai ajaran kami, mewujudkan manusia berbudi luhur, tahu benar dan salah, “ ungkap Suswantoro.

Sementara itu, Komandan Kodim Rembang, Letkol Donan Wahyu Sejati menyatakan kalangan seni bela diri memiliki sumber daya manusia yang sangat besar. Kalau potensi ini diarahkan untuk kegiatan positif, maka dapat bermanfaat dalam pembangunan di Kabupaten Rembang.

“Selalu saya sampaikan, Rembang aman, Rembang kondusif, semua tergantung kita, “ beber Donan.

Dalam forum itu, masing-masing perwakilan seni bela diri membubuhkan tanda tangan, sekaligus menyampaikan deklarasi untuk mendukung keamanan wilayah Kabupaten Rembang dan kepatuhan terhadap protokol kesehatan Covid-19. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *