Atal S Depari : “Pemilihan Ketua PWI Jateng Sah, Bisa Jadi Contoh Daerah Lain…”
Ketua PWI Jawa Tengah terpilih, Amir Machmud menerima bendera PWI dari Ketua PWI Pusat, Atal S Depari (masker hitam), Sabtu (19/09).
Ketua PWI Jawa Tengah terpilih, Amir Machmud menerima bendera PWI dari Ketua PWI Pusat, Atal S Depari (masker hitam), Sabtu (19/09).

Semarang – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Atal S Depari menegaskan bahwa pemilihan Ketua PWI Jawa Tengah sah. Meski sebelumnya ada pihak lain yang mempermasalahkan, belum memenuhi kuorum 2 per 3 anggota.

Atal menyampaikan hal itu saat berlangsung Konferensi Provinsi PWI Jawa Tengah di lantai 5 Gedung B Kantor Gubernur Jawa Tengah, hari Sabtu (19 September 2020).

Ia mengatakan konferensi pada hari pertama dengan agenda pembacaan tata tertib dan laporan pertanggungjawaban pengurus, Jum’at (18/09) yang dilakukan secara virtual via zoom, memang tidak terlalu banyak peserta ikut, karena kendala teknis. Tapi sebelumnya saat pendaftaran melalui aplikasi khusus, banyak yang mendaftar.

“Ada daerah 22 orang sudah siap ikut zoom, ternyata hanya 11 yang bisa masuk. Beda lagi kalau nggak mau tahu. Beda lho antara yang tidak tahu atau tidak mau tahu (ikut zoom-Red), “ ujarnya.

Atal juga meminta anggota PWI membaca lebih teliti pasal 33 ayat 2 peraturan dasar/peraturan rumah tangga (PD – PRT) PWI, yang menyebutkan apabila konferensi tidak memenuhi kuorum 2 per 3, akan diulang selambat-lambatnya 1 bulan.

“Artinya bisa 1 Minggu, 2 Minggu, bisa sebulan, tapi bisa juga 1 jam atau bahkan hitungan menit. Lelah saya menjelaskan, makanya baca PD-PRT, “ imbuh Atal.

Ketika Konferprov hari kedua di Kantor Gubernur, terdapat 261 orang anggota PWI yang diwakili para pemegang mandat, sehingga sudah mencapai 2 per 3 dari total 365 orang anggota yang mempunyai hak suara.

Menurut Atal, apa yang dilakukan PWI Jawa Tengah menggelar konferensi di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang, justru patut menjadi contoh bagi daerah lain.

“Sebelum ke sini saya berdebar-debar nggak bisa tidur, karena dengan sistem virtual. Tapi yang dibuat Jawa Tengah ini sudah bagus. Saya mengatakan ini cantik sekali. Kalau ada berita-berita di luar mengenai pertengkaran kita, tidak perlu saya tanggapi. Tapi saya kecewa, “ bebernya.

Dalam konferensi provinsi PWI Jawa Tengah, akhirnya terpilih lagi Amir Machmud, untuk periode 2020 – 2025. Amir merupakan Ketua PWI Jawa Tengah incumbent. Di kursi Ketua Dewan Kehormatan PWI Jawa Tengah, terpilih kembali Sri Mulyadi.

Sedangkan 2 calon Ketua PWI lainnya, Gunawan Permadi pemimpin redaksi koran Suara Merdeka menyatakan walk out dan Sugayo Jawama dari Majalah Bina mengundurkan diri. Tinggal tersisa 1 calon, Amir Machmud kemudian terpilih secara aklamasi.

Saat penyampaian visi misi calon, Sugayo Jawama menyatakan mencalonkan diri menjadi Ketua PWI Jawa Tengah sebagai bentuk bakti kepada organisasi. Belakangan ia memilih mundur, karena tidak akan menang melawan Amir Machmud.

“Mandat yang saya peroleh kurang dari 10, saya serahkan kepada incumbent, karena telah membuktikan selama 5 tahun. Saya mundur, wong jelas saya kalah. Saya titip, yang menang perhatikan yang kalah, “ kata Sugayo sontak memicu tawa peserta konferensi.

Sementara itu, Ketua PWI Jawa Tengah terpilih masa bakti 2020 – 2025, Amir Machmud mengaku merasa butuh dengan PWI, karena organisasi ini menjadikan wartawan diakui. Tidak hanya secara individu, tetapi juga secara organisasi.

Selain itu, PWI menjadi pengikat persaudaraan antar wartawan.

“PWI mempertemukan saya dengan bang Atal. PWI mempertemukan saya dengan mas Petir, mas Suryono dari Pekalongan, mas Musyafa’ dari Rembang, “ kata Amir.

Amir berjanji selama 5 tahun kedepan akan mengelola program-program yang sudah ada, menjadi lebih baik. Salah satunya uji kompetensi wartawan (UKW), sebagai kegiatan prioritas.

“Yang terangkum dalam bidang organisasi, pendidikan, kerja sama, pembelaaan wartawan dan bidang kesejahteraan. Kami akan mengcreate di dalam kepengurusan ini, “ tandasnya.

Amir memperinci susunan kepengurusan baru. Wakil Ketua Bidang Organisasi Isdiyanto Isman, Wakil Ketua Bidang Pendidikan Solikun, Wakil Ketua Bidang Pembelaan Wartawan Zaenal Petir, Wakil Ketua Bidang Wartawan Multi Media Heri Pamungkas, Wakil Ketua Bidang Kerja Sama Antar Lembaga Ahmad Ris Ediyanto, Wakil Ketua Bidang Kesejahteraan Bakti Yuda Tama. Untuk posisi Sekretaris, yang semula ditempati Isdiyanto Isman, digantikan Setiawan Hendra Kelana.

Amir menambahkan pada kepengurusan periode ini juga dibentuk dua badan baru, yakni Badan Uji Kompetensi Wartawan yang diketuai oleh Widihartono, kemudian Masyarakat Dan Pers Pemantau Pemilu (Mapilu) PWI Jateng, diketuai oleh Sugayo Jawama.

“Pengurus ini kami perhatikan aspek pemerataan media, daerah, usia dan potensi. Pengurus yang menggambarkan kebhinekaan kecil, “ imbuh Amir, mantan Pemred Suara Merdeka yang sekarang mengelola portal berita online suarabaru.id ini.

Ia mengajak seluruh pengurus untuk tetap saling bekerja sama, membesarkan PWI dan meningkatkan peran kewartawanan di tengah masyarakat.

“Mari kita niatkan betul-betul kerja sama dan berteman dengan dasar hati dan rasa. Hidup hidupilah PWI, tapi jangan cari hidup dari PWI, “ pungkasnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *