“Ganti Umpan, Lhah Kok Sekarang Hasilnya Malah Lumayan…”
Seorang nelayan Dusun Pendok, Desa Manggar, Kecamatan Sluke memotong pelepah pisang untuk umpan mencari rajungan.
Seorang nelayan Dusun Pendok, Desa Manggar, Kecamatan Sluke memotong pelepah pisang untuk umpan mencari rajungan.

Sluke – Beratnya ekonomi akibat pandemi Covid-19 saat ini, justru memicu kreativitas di kalangan nelayan. Karena alasan ingin berhemat, nelayan Dusun Pendok Desa Manggar, Kecamatan Sluke menggunakan gedebog (pelepah-Red) pisang, untuk umpan mencari rajungan. Padahal sebelumnya memakai potongan kepala ikan suwangi dan ikan terisi.

Abdul Charis, seorang pengepul rajungan di pinggir jalur Pantura Dusun Pendok, Desa Manggar, Kecamatan Sluke membenarkan banyak nelayan di kampungnya yang belakangan ini lebih memilih memakai umpan gedebog pisang. Potongan gedebog dimasukkan ke dalam bobo, penjebak rajungan.

“Jadi cuman dipasang saja secara alami mas. Nggak dicampur dengan zat apa gitu. Masangnya ya sama seperti ketika dulu pakai umpan potongan kepala ikan suwangi, “ ungkapnya, Minggu (06 September 2020).

Menurut Charis, yang menarik setelah menggunakan umpan gedebog pisang, hasil tangkapan rajungan justru semakin meningkat. Rata-rata nelayan memperoleh 4 – 8 kilo gram sehari, sehingga mereka menganggap cara tersebut lebih efektif dan efisien. Apalagi gedebog diperoleh secara gratis, memanfaatkan tanaman pisang di sekitar perumahan warga.

“Kalau hitung-hitungan ekonomis ya enak pakai gedebog pisang. Soalnya kalau umpan kepala ikan harus beli. Cara pakai gedebog lebih dulu dipakai nelayan Kelurahan Pacar, Rembang, ternyata mereka juga dapat rajungan sama kepiting. Nelayan di sini meniru, kok bagus juga hasilnya, “ imbuh Charis.

Berdasarkan pantauan pasar, harga rajungan di tingkat nelayan saat ini berkisar antara Rp 50 – 55 ribu per Kg, padahal normalnya Rp 60 – 70 ribu per Kg.

“Untuk beli BBM solar sebenarnya mepet juga mas. Tapi mau kerja apa lagi. Kita spekulasi saja berangkat melaut. Saya juga pakai umpan gedebog, semoga hasil tangkapan lumayan, “ kata Suwardi, salah satu nelayan setempat. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan