Isi Pembelajaran Online Dengan Mengaji Kitab Kuning, Pihak SMP N 3 Pamotan Punya Alasannya
Seorang guru SMP N 3 Pamotan mengajar online kajian kitab kuning, Jum’at (24/07).
Seorang guru SMP N 3 Pamotan mengajar online kajian kitab kuning, Jum’at (24/07).

Pamotan – SMP N 3 Pamotan yang berada di Desa Bangunrejo Kecamatan Pamotan mempunyai strategi untuk tetap menanamkan pendidikan karakter kepada 240 an siswanya, meski melalui pembelajaran jarak jauh. Salah satu yang ditempuh adalah gerakan mengaji kitab kuning tiap Jum’at Legi.

Ngadiyono, Kepala SMP N 3 Pamotan, Jum’at siang (24 Juli 2020) menjelaskan kitab kuning yang dikaji adalah Ta’lim Muta’alim, berisi 13 hal pokok berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Mulai dari niat belajar, adab menghormati guru maupun pergaulan sesama teman. Dipilihnya kitab kuning, karena mayoritas siswa berasal dari desa-desa di Kecamatan Pamotan dan Kecamatan Sedan yang kental dengan nuansa masyarakat religius.

“Waktu rapat dewan guru, usulan mengaji kitab kuning ini kali pertama tercetus. Kemudian dilaksanakan pada Jum’at Legi. Istilahnya tiap selapanan, biar anak-anak juga mengenal adat Jawa selapanan. Kenapa dipilih kitab kuning, karena kitab ini familiar di masyarakat kita dan banyak sarat muatan pendidikan karakter, “ tuturnya.

Ngadiyono menambahkan uniknya selama mengaji kitab kuning ini tidak hanya dibimbing oleh guru agama, tetapi juga ada guru Bahasa Indonesia dan guru Bahasa Inggris, yang kebetulan memiliki latar belakang guru mengaji.

Meski disampaikan melalui online jaringan internet, namun menurutnya tidak akan memberatkan siswa maupun orang tua. Siswa sebatas menyimak dan merangkum isi pengajian. Kalau ada siswa yang tidak mempunyai HP android, tidak diwajibkan mengikuti.

“Kajian kitab kuning ini sifatnya fleksibel sekali. Siswa mau nonton bareng silahkan. Jika siswa nggak punya HP android, nggak kita wajibkan. Prinsipnya, misi pembelajaran tetap jalan dan tujuan pendidikan karakter dapat tercapai. Untuk jadwal guru pembimbingnya, kita gilir, “ imbuh Ngadiyono.

Sementara itu, salah satu murid SMP N 3 Pamotan, Taufiqur Rohmah menilai dengan mengaji kitab kuning, bisa menambah wawasan keislaman.

“Mengaji kitab kuning identik dengan pondok pesantren atau sekolah berbasis agama. Tapi ini dilakukan sekolah umum seperti SMP N 3 Pamotan. Saya akan rutin mengikuti, belajar sekaligus ibadah, “ ujarnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

1 thought on “Isi Pembelajaran Online Dengan Mengaji Kitab Kuning, Pihak SMP N 3 Pamotan Punya Alasannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *