Berkhasiat Cegah Corona, Guru Besar UGM Ajak Warga Konsumsi Daun Ini
Suasana pengabdian masyarakat Program Studi Ketahanan Nasional Sekolah Pasca Sarjana Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta di Desa Kadiwono, Kecamatan Bulu. (Foto atas) Profesor Armaidy Armawi mempelopori penanaman kelor, Senin (20/07).
Suasana pengabdian masyarakat Program Studi Ketahanan Nasional Sekolah Pasca Sarjana Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta di Desa Kadiwono, Kecamatan Bulu. (Foto atas) Profesor Armaidy Armawi mempelopori penanaman kelor, Senin (20/07).

Bulu – Ada yang menarik dibalik kegiatan pengabdian kepada masyarakat, Program Studi Ketahanan Nasional Sekolah Pasca Sarjana Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta di Desa Kadiwono, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, yang resmi dibuka di Balai Desa Kadiwono, Senin (20 Juli 2020).

Kalangan akademisi dari kampus ternama ini mengajak masyarakat menanam kelor, karena daun kelor memiliki kandungan vitamin dan antioksidan luar biasa, yang dipercaya mampu meningkatkan daya imunitas tubuh, salah satunya untuk mencegah Covid-19.

Kampanye ayo tanam kelor ini, bahkan digelorakan langsung oleh seorang Guru Besar UGM sekaligus Ketua Program Studi Ketahanan Nasional Sekolah Pasca Sarjana, Prof. Dr. Armaidy Armawi M.Si.

Ia menyampaikan khasiat daun kelor sudah diteliti para ilmuwan. Banyak sekali manfaat bagi tubuh manusia. Maka mahasiswa pasca sarjana berjumlah 12 orang yang mengikuti kegiatan pengabdian ini, didorong memberikan pemahaman kepada warga mau menanam kelor di pekarangan rumah. Daunnya bisa disayur dan diolah, sebagai salah satu cara membangun ketahanan keluarga.

“Antioksidannya hebat, jadi disembunyikan manfaatnya dibalik sebagai daun mistis, yang terjadi selama ini secara turun temurun. Kita ingin agar masyarakat dapat membangun ketahanan pribadi yang murah, tapi bisa mencegah Covid-19, karena antioksidan dan vitaminnya banyak. Saya minta mahasiswa untuk mengembangkan kelor di Desa Kadiwono, “ terangnya.

Profesor Armaidy menambahkan melawan barang tidak kasat mata, seperti Covid-19, jangan terjebak pada perang melawan Covid saja. Tapi akan lebih penting jika membangun ketahanan diri dan ketahanan masyarakat, dengan memperkuat daya imunitas. Selain fokus pada masalah Covid-19, mahasiswa Pasca Sarjana UGM juga akan melakukan pendampingan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kadiwono, agar mampu membangkitkan perekonomian masyarakat.

“Saya selalu sampaikan membangun ketahanan diri lebih penting, dari sekedar berperang melawan Covid. Daya imun bisa kita dapatkan dari tanaman-tanaman yang sebenarnya sudah lama dikonsumsi orang tua kita. Selain kelor, ada pula sirih. Di negara-negara lain sudah banyak untuk kuliner, “ imbuh Armaidy.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, ditandai dengan menanam  kelor di lahan sebelah selatan Desa Kadiwono. Camat Bulu, Slamet Riyadi yang ikut dalam kegiatan tersebut mendukung supaya tanaman kelor dikembangkan, karena hampir semua kondisi tanah di Kabupaten Rembang cocok untuk budidaya kelor.

“NTT saja yang tanahnya tandus bisa, kalau Kabupaten Rembang saya kira hampir semua cocok. Lha wong kadang pohon kelor yang besar dan sudah ada rantingnya, dipotong lalu ditancapkan juga bisa hidup. Tinggal sosialisasi diperluas, pasti banyak yang tertarik, “ ungkap Camat.

Sementara itu, Kepala Desa Kadiwono Kecamatan Bulu, Ahmad Ridwan menjelaskan kedatangan mahasiswa pasca sarjana UGM ini merupakan kelanjutan pendampingan sejak tahun 2019 lalu. Tujuan pokoknya adalah membantu Desa Kadiwono menjadi desa mandiri dan memiliki ketahanan di berbagai bidang.

“Ketahanan di bidang pangan, ketahanan di bidang kesehatan maupun ketahanan di bidang ekonomi. Kami punya BUMDes, kita minta pendampingan, biar bisa mengangkat perekonomian di sini, “ beber Ridwan.

Mahasiswa Program Studi Ketahanan Nasional Sekolah Pasca Sarjana Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta yang kebanyakan diisi anggota TNI dan aparatur sipil negara (ASN) ini, menginap di rumah warga Desa Kadiwono. Mereka akan berada di desa tersebut sampai hari Sabtu, 25 Juli 2020. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *