Abdul Hafidz Blak-Blakan : Siapa Bakal Cawabupnya, Beri Tanggapan Mundurnya Bayu
Kebersamaan Abdul Hafidz (berpeci) dengan Arifin, dalam satu kesempatan.
Kebersamaan Abdul Hafidz (berpeci) dengan Arifin, dalam satu kesempatan.

Rembang – Bupati Rembang, Abdul Hafidz yang juga dijagokan maju lagi sebagai calon Bupati dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), mengakui bakal calon Wakil Bupati yang akan digandeng, arahnya cenderung tertuju kepada Arifin, seorang pengusaha furniture kayu warga Desa Krikilan, Kecamatan Sumber.

Setelah Harno dan Bayu Andriyanto (Wakil Bupati-Red) mundur, saat ini tinggal tersisa 2 orang bakal calon Wakil Bupati yang mendaftar ke PPP dan sudah diajukan ke Dewan Pengurus Pusat PPP. Masing-masing Arifin dan Zaimul Umam (Gus Umam), warga Desa Narukan Kecamatan Kragan.

Dalam sesi wawancara dengan Radio R2B, Minggu siang (19 Juli 2020), Abdul Hafidz membenarkan arahnya ke Arifin, untuk membuka kemungkinan koalisi dengan partai politik lain. Sedangkan Gus Umam, ia beralasan sama-sama berasal dari PPP dengan dirinya.

“Cenderungnya sama mas Arifin mas, mas Umam sama-sama dari PPP. Kalau mas Arifin nanti diusung dengan partai lain. Tapi saya tegaskan sejak awal semua cocok. Dengan mas Umam pun cocok, tapi persoalannya karena dipilih salah satu. Rekomendasi dari DPP insyaallah akan turun akhir bulan Juli ini, “ kata Hafidz.

Diminta tanggapan terkait mundurnya Wakil Bupati sekaligus Ketua DPD Nasdem Kabupaten Rembang, Bayu Andriyanto dari bursa pencalonan Wakil Bupati PPP, Hafidz menilai biasa-biasa saja, karena merupakan pilihan politik yang harus dihormati.

“Biasa-biasa saja mas, nggak ada masalah, “ ungkapnya.

Apakah benar saat Pilkada 2015 lalu, sudah ada komitmen pasangan Abdul Hafidz dan Bayu Andriyanto, akan koalisi untuk 2 periode, Hafidz berpendapat kalau basa basi dalam pembicaraan, bisa saja terjadi. Namun tidak bisa disimpulkan sebagai komitmen politik.

“Kalau bicara 2 periode, basa basinya mungkin iya. Tapi nggak bisa diukur komitmen politik. Saya selalu bilang lihat saja perjalanannya, muda-mudahan baik. Kalau dulu kan enak-enak saja mas, “ beber Hafidz.

Lalu kenapa tidak memilih Bayu Andriyanto lagi dalam perhelatan Pilkada 09 Desember mendatang ? Hafidz mengatakan sempat melihat berita di salah satu media TV yang menyampaikan bahwa untuk Pilkada Rembang, partai Nasdem mengincar kursi Bupati (Rembang 1). Menurutnya hal itu sebagai sinyal, Nasdem tak akan berkoalisi lagi dengan PPP.

“Seminggu sebelumnya kan ada berita itu DPW maupun DPP Nasdem pilihan politiknya R 1, kalau begitu kan tidak dengan saya. Saya menyampaikan ya sudah kalau begitu, saya tidak akan dengan pak Bayu, “ bebernya.

Meski demikian Bupati asli Dusun Mudal Desa Pamotan Kecamatan Pamotan ini memastikan hubungannya dengan Bayu Andriyanto dalam memimpin Pemkab Rembang, tetap akan baik-baik saja.

“Kedinasan biasa, nggak ada pengaruh pilihan politik. Soal kerja melayani masyarakat, ya sama-sama, yang penting profesional dan proporsional, kan gitu mas, “ tandasnya.

Hafidz menyebutkan pada tanggal 24 September, sampai hari pencoblosan tanggal 09 Desember 2020, ia akan cuti sementara. Sedangkan masa selesainya jabatan bersama Bayu Andriyanto, akan berakhir tanggal 17 Februari 2021. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *