Pedagang Terpuruk Dan Uang Kas Pengelola Terkuras, Begini Usulan Pengelola Pasar Brumbung
Sarana cuci tangan disiapkan oleh pengelola Pasar Brumbung, menuju masa New Normal. (Foto atas) Suasana Pasar Brumbung di tengah pandemi Covid-19.
Sarana cuci tangan disiapkan oleh pengelola Pasar Brumbung, menuju masa New Normal. (Foto atas) Suasana Pasar Brumbung di tengah pandemi Covid-19.

Kaliori – Pandemi Covid-19 semakin memukul Pasar Brumbung di Desa Banggi Petak, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang. Pasar Brumbung selama ini dikenal sebagai destinasi wisata yang menjual beragam makanan khas tradisional.

Sarjani, mewakili pengelola Pasar Brumbung, Jum’at pagi (10 Juli 2020) mengatakan sudah 4 bulan terakhir ini, pasar tidak buka melayani pembeli. Dampaknya, selain 57 orang pedagang menganggur, uang kas pengelola terkuras habis. Bahkan sampai minus, untuk melakukan perawatan aset bangunan yang ada.

“Sangat mengganggu sekali kepada para pedagang, karena perekonomian mereka semakin memburuk. Keuangan kas kami benar-benar 0 %. Kami hanya bisa bertahan, ditengah-tengah pandemi, “ tuturnya.

Sarjani berpendapat saat ini pemerintah lebih fokus pada pengendalian Covid-19, sedangkan upaya untuk memulihkan ekonomi, belum berjalan. Ia menilai terlalu timpang.

Menurutnya, akan lebih baik antara penanganan penyakit dengan proses pemulihan ekonomi dapat berjalan bersamaan.

“Kalau saya melihat, ini jomplang. Percuma saja Covid-19 bisa dikendalikan, tapi kondisi ekonomi masyarakat semakin terpuruk. Kita mohon pemulihan ekonomi diperhatikan betul. Mungkin antara pemerintah dan pelaku usaha wisata bisa duduk bareng, mencari solusi terbaik, “ kata Sarjani.

Sarjani menambahkan pihaknya sudah siap membuka Pasar Brumbung pada masa New Normal, jika pemerintah mengizinkan. Mulai dari tempat parkir, hingga masuk ke dalam pasar, semua memberlakukan tahapan-tahapan sesuai protokol kesehatan, antisipasi Covid-19.

“Para pemuda dan masyarakat pagi siang malam menyiapkan semua. Kita gunakan sistem berlapis yang harus dilewati pengunjung. Intinya kita juga menjalankan antisipasi Covid-19. New Normal di obyek wisata diterapkan kapanpun, kita sudah siap, “ tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Rembang, Dwi Purwanto menyampaikan pembukaan obyek wisata akan dilakukan secara bertahap, melihat kesiapan masing-masing obyek. Ia mengimbau para pelaku usaha wisata bersabar, karena keputusan yang akan diambil pemerintah, mempertimbangkan banyak faktor.

“Kita lihat kesiapan sarana pra sarana di obyek, siap nggak menuju New Normal. Itu pun jumlah pengunjung akan dibatasi dari kapasitas biasanya, 50 % dulu, “ ungkapnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *