Update Covid-19 : Tambah 2 Orang, Pihak Gugus Tugas Akui Ruang Isolasi Penuh
Ilustrasi Covid-19 bukan aib.
Ilustrasi Covid-19 bukan aib.

Rembang – Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Rembang bertambah 2 orang, Sabtu malam (27/06).

Menurut data yang direlease Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemkab Rembang, keduanya masing-masing wanita berusia 27 tahun, warga Kecamatan Pancur dan wanita berusia 67 tahun, warga Kecamatan Rembang Kota.

Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemkab Rembang, Arif Dwi Sulistya mengatakan untuk warga Kecamatan Pancur masuk ke RSUD dr. R. Soetrasno Rembang tanggal 22 Juni 2020 lalu. Saat dirapid test reaktif, sehingga dilanjutkan dengan tes swab. Hasil swab yang bersangkutan positif Covid-19.

Sedangkan untuk wanita dari Kecamatan Rembang Kota mempunyai riwayat sering kontrol ke sebuah rumah sakit di Semarang. Semula ia masuk RSUD tanggal 24 Juni, menjadi pasien dalam pengawasan (PDP), kemudian naik status sebagai pasien Covid-19, setelah hasil tes swab nya keluar.

“Jadi benar, kami konfirmasi ada tambahan 2 orang pasien baru Covid-19. 1 dari Kecamatan Pancur dan 1 dari Kecamatan Rembang Kota, “ ungkap Arif.

Langkah-langkah penelusuran dilanjutkan, guna mengetahui siapa saja yang pernah kontak erat dengan pasien tersebut.

“Kita senantiasa mengingatkan masyarakat jangan panik. Upaya efektif mencegah Covid-19, dengan tetap menjaga jarak, pakai masker dan sering cuci tangan, “ terangnya.

Sampai Minggu pagi (28 Juni 2020), berdasarkan data website Pemkab Rembang, terdapat 54 orang pasien Covid-19, 9 orang sembuh dan 5 meninggal dunia. Total kasus positif Covid mencapai 68. Saat ditanya kondisi RSUD dr. R. Soetrasno, Arif mengakui ruang isolasi sudah mulai penuh. Menurutnya, ada alternatif Hotel Malindo Sluke akan dijadikan ruang isolasi.

“Hari Senin besok masalah ini akan dirapatkan Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah). Namun pihak RSUD sudah menyiapkan tambahan bangsal perawatan. Khusus bagi orang positif Covid yang tanpa gejala, bisa saja nantinya mengisolasi diri di rumah, tanpa harus masuk rumah sakit. Hal itu sesuai dengan instruksi Menteri Kesehatan, maupun protokol kesehatan WHO, ” pungkasnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *