Pihak Pemprov Jateng Turun Ke Panti Lansia Di Rembang, Upaya Ini Yang Mereka Lakukan
Mobil BPBD Provinsi Jawa Tengah berada di Panti Lansia Rembang. (Foto atas) Pendirian tenda posko di depan Panti Lansia, Sabtu (27/06).
Mobil BPBD Provinsi Jawa Tengah berada di Panti Lansia Rembang. (Foto atas) Pendirian tenda posko di depan Panti Lansia, Sabtu (27/06).

Rembang – Setelah puluhan orang penghuni dan pegawai panti Lansia di Rembang terpapar Covid-19, 2 penghuni diantaranya meninggal dunia, pihak Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang menaungi panti tersebut, pada hari Sabtu (27 Juni 2020) langsung turun tangan.

Mereka mendirikan tenda posko terpadu di halaman depan panti, yang berlokasi di pinggir jalan raya Rembang – Blora.

Tampak petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Rembang ikut membantu mendirikan posko, bersama dengan petugas dari Provinsi Jawa Tengah.

Seorang relawan PMI Rembang, Rohmat Taufik mengaku menggunakan pakaian alat pelindung diri (APD) lengkap, guna mengantisipasi penyebaran Covid-19. Ia berharap Covid-19 dapat teratasi di lingkungan panti, karena menurutnya sangat kasihan jika melihat kaum lanjut usia, terpapar virus tersebut.

“Saya bersama 3 rekan dari PMI datang ke sini untuk membantu mendirikan tenda posko mas. Ini misi kemanusiasan, semoga Covid-19 di panti khususnya dan Kabupaten Rembang secara umum, dapat lekas terkendali. Kami sifatnya membantu saja, “ kata Taufik.

Penjabat Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Herru Setiadhie yang terjun ke Panti Lansia menyampaikan keberadaan tenda posko, guna membantu memenuhi kebutuhan penghuni panti. Mulai dari persediaan makanan, hingga penanganan kesehatan. Pihaknya juga menugaskan dokter untuk siaga di panti tersebut.

Namun Herru menolak diambil gambarnya, saat sesi wawancara, dengan alasan tidak mau tampil.

“Yang penting sudah saya jelaskan langkah-langkah kami. Tapi saya nggak perlu diambil gambarnya, saya nggak mau tampil, “ kata Herru.

Sementara itu, Bupati Rembang, Abdul Hafidz menjelaskan penyebaran Covid-19 di kluster Panti Lansia ini sebelumnya sudah diprediksi akan menyebar, manakala ada temuan kasus positif Covid. Untuk sementara RSUD masih mampu menampung, tapi yang perlu diantisipasi adalah ketika terjadi lonjakan kasus baru.

Pihaknya menyiapkan alternatif tempat isolasi, termasuk Hotel Malindo Sluke yang pemiliknya sudah menyampaikan tempat itu siap dipakai.

“Tapi kami berhitung apakah sumber daya manusia (SDM) nya mampu. Kalau nggak mampu, ya tadi saya sampaikan kepada Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, sebagian penghuni panti yang positif ini diambil alih provinsi atau kami didroping tambahan tenaga dari provinsi. Tapi secara umum kondisi Lansia yang kena Covid ini, baik kok, meski sudah tua-tua, “ terang Bupati.

Jika mengacu data Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Jum’at malam (26/06), di Panti Lansia ini semula terdapat 84 orang, kemudian meninggal dunia 2 orang, sehingga menjadi 82 orang. Rinciannya, 66 orang penghuni panti dan 16 orang pegawai panti.

Hasil swab penghuni panti, 24 orang positif Covid-19, 1 diantaranya meninggal dunia, sedangkan negatif 42 orang.

Hasil swab pegawai panti, positif Covid sebanyak 9 orang, sedangkan 7 orang negatif. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *