DPRD Rembang Desak Rapid Test Massal Diperbanyak, Dinas Kesehatan Ungkap Stok Menipis
Ketua Komisi IV DPRD Rembang, Nasirudin.
Ketua Komisi IV DPRD Rembang, Nasirudin. (Foto atas) Contoh rapid test.

Rembang – Komisi IV DPRD Rembang mendesak kepada Pemerintah Kabupaten untuk menggencarkan rapid test secara massal, setelah ditemukan klaster penyebaran Covid-19, seperti klaster panti jompo dan klaster jajaran Polres Rembang.

Ketua Komisi IV DPRD Rembang, Nasirudin menjelaskan hasil koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, pengadaan rapid test semula mencapai 3 ribu buah, itu pun disebar ke 17 Puskesmas.

Ia menganggap jumlah tersebut masih kurang, sehingga perlu ditambah untuk meningkatkan intensitas rapid test di titik-titik rawan, seperti pasar, lingkungan perkantoran banyak pegawai maupun tempat-tempat pelayanan yang sering didatangi masyarakat. Mengingat wilayah Kabupaten Rembang yang sempat merasakan zona hijau, kini berubah menjadi zona merah.

“Rapid test massal perlu digencarkan, setelah muncul adanya klaster baru. Jangan sampai semakin meluas. Apalagi jika warga masih bebas pergi keluar daerah, kemudian balik lagi ke Rembang, kalau orang tanpa gejala (OTG) lalu menularkan ke orang lain, ini yang harus diwaspadai. Salah satu solusinya rapid test massal. Kalau persediaan cuma 3 ribu, saya kira masih kurang, “ ungkap politisi PKB dari Kecamatan Sarang ini.

Nasirudin mengakui adanya sejumlah kalangan yang masih meragukan akurasi rapid test, untuk menguji seseorang terpapar Covid-19. Namun baginya tetap penting sebagai sarana pengecekan awal, sehingga tenaga medis mempunyai gambaran menindaklanjuti melalui tes swab, sekaligus langkah-langkah isolasi untuk menekan penyebaran virus corona.

“Paling tidak ada indikasi awal, soalnya kalau nggak tahu sama sekali malah nggak tahu penyebarannya seperti apa. Kondisi sekarang sudah nggak sesuai prediksi awal, jadi perlu gerakan lebih masif. Ya rapid test massal, ya edukasi terus menerus ke masyarakat, “ terang Nasirudin.

Berdasarkan pantauan Reporter R2B, hari Rabu (24/06) sudah berlangsung rapid test di kalangan pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Rembang. Hasilnya 5 orang reaktif, masing-masing 3 orang camat dan 2 orang kepala dinas.

Kemudian pada hari Kamis (25/06) dilanjutkan rapid test di lingkungan Mapolres Rembang.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Ali Syofii membenarkan jumlah rapid test sebanyak 3.000 sudah hampir habis. Untuk bantuan rapid test dari provinsi yang diterima sekira 910.

Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang akan melakukan pengadaan rapid test lagi dan mengajukan permohonan ke Gugus Tugas Provinsi Jawa Tengah. (Musyafa Musa).

News Reporter

1 thought on “DPRD Rembang Desak Rapid Test Massal Diperbanyak, Dinas Kesehatan Ungkap Stok Menipis

  1. Banyak anggapan di Mssyarakat bahwa New normal sudah aman ga ada covid 19
    Sehingga merasa aman dan bebas tanpa peduli protokol kesehatan

Tinggalkan Balasan ke Genthong laut Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *