Usai Mundur Dari PPP, Pihak Harno Ungkap 4 Nama Cawabup Yang Dijajaki
Gunasih menyerahkan surat pengunduran diri Harno, dari bursa pencalonan Cawabup PPP. Surat diterima oleh Ketua DPC PPP Kab. Rembang, Majid Kamil (berpeci).
Gunasih menyerahkan surat pengunduran diri Harno, dari bursa pencalonan Cawabup PPP. Surat diterima oleh Ketua DPC PPP Kab. Rembang, Majid Kamil (berpeci).

Rembang – Setelah mantap ingin maju sebagai calon Bupati, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Rembang, Harno, hari Selasa (23 Juni 2020) menyerahkan surat pengunduran diri dalam bursa pencalonan Wakil Bupati di Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Surat pengunduran diri diserahkan oleh Sekretaris DPC Partai Demokrat, Gunasih dan diterima Ketua DPC PPP Kabupaten Rembang, Majid Kamil.

Gunasih menyatakan langkah tersebut sebagai bentuk keseriusan Harno maju menjadi calon Bupati. Ia juga memastikan bukan manuver, karena sejak awal Harno juga sudah berniat mencalonkan diri sebagai Bupati.

Kala itu mendaftar Calon Wabup di PPP, usai mengamati perkembangan politik di Kabupaten Rembang. Tapi setelah lama menanti, PPP belum ada keputusan, sehingga bertekad bulat jadi calon Bupati saja.

“Tanggal 28 Desember 2019 daftar Cawabup di PPP, tapi PPP belum ada tindak lanjut sampai sekarang, sehingga pak Harno berpendapat tidak memungkinkan. Makanya surat saya serahkan ke Gus Kamil dan beliau memahami keputusan pak Harno. Jadi sama-sama legowo, “ kata Gunasih.

Disinggung tentang calon Wakil Bupati yang akan mendampingi Harno, menurut pria warga Desa Sendangmulyo, Kecamatan Sluke ini, sudah ada 4 orang kandidat, 1 diantaranya perempuan. Tinggal nantinya tim khusus yang akan menimbang dan memilih sosok paling tepat, berdasarkan sejumlah faktor.

“Tapi saya belum bisa sebutkan nama. Saat ini ada 4 kandidat, 1 diantaranya perempuan. Kami sudah komunikasi dengan mereka, keputusannya pada tim khusus bentukan pak Harno, “ bebernya.

Terkait partai politik yang akan diajak koalisi, mengingat Partai Demokrat hanya memiliki 4 kursi DPRD Rembang, Gunasih menyebutkan sudah melakukan komunikasi intens dengan sejumlah partai politik. Tapi ia lebih menunggu sosok calon Wakil Bupati dulu, kemudian diajukan ke partai politik yang akan diajak berkoalisi, sehingga rekomendasi turun, sudah dalam bentuk pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati.

“Komunikasi sama Gerindra, PKS dan Hanura sudah. Tapi keputusan kan nggak di kabupaten dan provinsi mas, harus menunggu pusat. Makanya saya hati-hati betul statement soal koalisi. Saya baru bisa memastikan, apabila dapat Cawabup yang akan digandeng pak Harno, “ terang Gunasih.

Apabila koalisi Demokrat, Gerindra, PKS dan Hanura jadi terbentuk, maka akan terkumpul 12 kursi DPRD. Angka itu sudah melampaui, karena pengajuan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati dari partai politik, minimal 9 kursi atau 20 % dari jumlah kursi DPRD Rembang. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *