Bupati : “Ada Pelajaran Dibalik Pandemi, Do’akan Semoga Kita Bisa Mulai Bulan Juli…”
Bupati Rembang, Abdul Hafidz.
Bupati Rembang, Abdul Hafidz.

Sumber – Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyampaikan kalau wilayah Kabupaten Rembang sudah masuk zona hijau, aktivitas masyarakat akan segera dibuka. Baik aktivitas yang berkaitan dengan sosial, ekonomi maupun pendidikan.

Abdul Hafidz membeberkan masalah tersebut ketika hadir dalam pencanangan Kampung Tangguh Nusantara Candi di Desa Logung, Kecamatan Sumber, hari Sabtu (20 Juni 2020). Ia memohon do’a masyarakat, tidak ada lagi warga Kabupaten Rembang terpapar Covid-19 dan mampu menyandang zona hijau pada bulan Juli mendatang.

“Kalau Minggu depan nggak ada yang positif Covid-19, kita sudah masuk zona hijau, semua aktivitas masyarakat akan kita buka di bulan Juli. Mulai pariwisata, wong nduwe gawe (orang punya kerja-red), maupun sektor pendidikan. Tapi harus mematuhi protokol kesehatan, “ kata Bupati.

Hafidz berpendapat pandemi Covid-19 telah mengajarkan banyak hal. Mulai pelajaran hidup bersih, hidup sederhana dan disiplin. Ia mencontohkan sebelum masa pandemi, ketika berlangsung rapat koordinasi nasional (Rakornas) di Jakarta, menghabiskan biaya ratusan Milyar rupiah. Tapi setelah muncul Covid-19, rapat cukup dengan cara online, memanfaatkan aplikasi zoom.

“Hanya snack Rp 5 ribu, kita buka zoom, sudah bisa rapat menyelesaikan persoalan nasional. Jangan sampai Covid menjadi momok semakin  melemahkan, kita ambil dari hikmahnya. Semoga saat new normal nanti, semuanya akan lebih baik, “ terangnya.

Bupati kemudian membuat perbandingan antara imbas Covid-19 di Italia yang menelan korban jiwa sangat banyak, dengan Vietnam yang sanggup menekan angka kematian hingga 0 %. Ia menyimpulkan kepedulian masyarakat terhadap aturan protokol kesehatan, menjadi faktor utama penentu.

“Di Italia, warganya suka berkerumun tanpa mengindahkan anjuran pemerintah, sampai korbannya sangat banyak, diangkat pakai beckhoe, langsung dimasukkan ke dalam lubang makam. Apakah kita mau seperti itu, tentu tidak. Lalu di Vietnam, kasus kematian tidak ada, kenapa ? karena masyarakatnya taat, “ pungkas Bupati. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *