Prihatin Pandemi : Tolak Usulan Demo, Pasdendang Pilih Ngamen Bareng
Suasana pertemuan Pas Dendang, membahas kegiatan Ngamen Bareng.
Suasana pertemuan Pas Dendang, membahas kegiatan Ngamen Bareng.

Rembang – Paguyuban Seniman Dan Pekerja Dangdut Rembang (Pasdendang) berencana menggelar kegiatan Ngamen Bareng, sebagai bentuk keprihatinan menganggurnya mereka selama hampir 3 bulan terakhir, akibat pandemi Covid-19.

Ketua Umum Pasdendang, Edi Mulyono menjelaskan semula sebagian anggotanya ingin mengadakan aksi demo. Tapi karena demo dianggap tidak akan menyelesaikan masalah, maka pihaknya sepakat melalui acara Ngamen Bareng.

“Pasdendang ini anggotanya nggak cuma musisi dan penyanyi, tapi juga ada tukang tratak, terop, sound, tukang shooting, ibaratnya kita satu kesatuan. Saat kumpul, semula mau demo. Lha sing didemo sopo, wong iki wabah, pandemi kok. Kemudian akhirnya kita pilih Ngamen Bareng saja, “ ujarnya, Selasa (16 Juni 2020).

Konsep Ngamen Bareng, nantinya ada penyanyi, diiringi alat musik manual, seperti gitar, tamborin dan kendang. Selain itu, ada yang keliling membawa kardus, untuk mencari sumbangan dari masyarakat maupun pengguna jalan.

“Kira-kira ya terdiri dari 5 orang, nanti pindah-pindah. Dari satu lokasi ke lokasi lain, “ kata Edi.

Pria warga Perumahan Sumber Mukti Indah Sumberejo, Rembang ini menambahkan pihaknya sudah memberitahukan rencana tersebut kepada aparat kepolisian.

“Minimal polisi tahu, kita njagani sing elek. Kalau ada apa-apa, pak polisi tahu rencana kami, biar ikut memantau, “ tandasnya.

Dalam acara Ngamen Bareng, ia sudah mewanti-wanti agar mengutamakan standar protokol kesehatan, sesuai anjuran pemerintah. Mulai cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak. Hasil dari Ngamen Bareng sebagian dipakai untuk anggota Pasdendang, sedangkan sebagian lainnya disumbangkan kepada Pemkab Rembang, guna membantu penanganan Covid-19.

“Jadi kita seusai ngamen, ada rencana audiensi dengan pihak Pemda, syukur bisa menghadap pak Bupati, sekaligus menyumbangkan sebagian hasil mengamen. Istilahnya kita ikut prihatin atas kondisi sekarang, “ kata Edi yang sehari-hari bekerja sebagai guru ini.

Menurut Edi Mulyono, Ngamen Bareng akan berlangsung mulai pukul 08.00 Wib, hari Kamis mendatang (18 Juni 2020). Ada 4 sasaran yang ingin dituju, yakni kali pertama di kawasan TPI Tasikagung, kemudian Pasar Rembang, Perempatan Jaeni dan terakhir di lampu pengatur lalu lintas jalur Pantura depan Kantor Bupati.

“Masing-masing durasinya 1 jam. Kita mendorong pemerintah pusat memberikan solusi terbaik bagi kami. Tanpa pusat bergerak, daerah pun saya kira akan sulit memutuskan. Mohon pemerintah pusat tidak melihat pandemi Covid-19 dari satu sisi saja, “ pungkasnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *