“Meski Beresiko Saya Ikhlas, Tak Mengharapkan Imbalan…”
Iptu Joko Wuryatmo, Kaur Binops Satlantas termasuk yang menerima penghargaan dari Kapolres Rembang, Kamis pagi (11/06).
Iptu Joko Wuryatmo, Kaur Binops Satlantas termasuk yang menerima penghargaan dari Kapolres Rembang, Kamis pagi (11/06).

Rembang – 12 orang personil aparat kepolisian yang menerima penghargaan dari Kapolres, Kamis pagi (11 Juni 2020), karena dianggap sigap ikut membantu pemakaman jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) maupun positif corona, salah satunya adalah Iptu Joko Wuryatmo, Kaur Binops Satuan Lalu Lintas Polres Rembang.

Iptu Joko Wuryatmo menegaskan tidak pernah mengharapkan akan memperoleh penghargaan semacam itu, karena keterlibatannya memakamkan jenazah Covid-19 semata-mata untuk menjalankan tugas dan didasari rasa ikhlas. Ia tidak mengira akan mendapatkan apresiasi dari pimpinan Polres Rembang.

“Kita membantu karena tugas dan ikhlas, tidak mengharapkan imbalan mas. Setelah menerima penghargaan, tentu saya pribadi menyampaikan terima kasih, “ tuturnya.

Saat ditanya khawatir atau tidak, ketika memakamkan jenazah PDP maupun positif Covid-19, anggota polisi warga Kelurahan Magersari, Rembang ini mengaku tetap muncul rasa khawatir, terhadap potensi penularan Covid-19. Namun karena sudah menjadi tanggung jawabnya sebagai tim pemulasaran jenazah Covid-19, ia berusaha melayani sebaik mungkin.

“Polisi kan bukan manusia super mas, jadi bisa saja tertular. Makanya kita tiap bantu memakamkan, wajib pakai alat pelindung diri (APD) dengan benar. Saat pulang ke rumah pun, alhamdulilah keluarga juga memahami, “ imbuh Joko.

Sementara itu, Kapolres Rembang, AKBP Dolly A. Primanto menyampaikan penghargaan tersebut untuk memacu anggota polisi lainnya agar berlomba-lomba berbuat kebaikan, dalam melindungi dan mengayomi masyarakat.

Ia memastikan apabila warga tidak berani memakamkan jenazaah PDP maupun jenazah positif Covid-19, polisi siaga siap turun tangan.

“Ibadahnya anggota polisi ya melindungi dan melayani masyarakat. Termasuk dalam kondisi darurat, kita harus selalu siap, “ tandasnya.

Sementara itu, pada Rabu malam (10/06), dua orang pasien dalam pengawasan (PDP) yang semula dirawat di RSUD dr. R. Soetrasno Rembang, jenazahnya dimakamkan. 1 orang dari Kecamatan Lasem hasil rapid tes reaktif dan tinggal menunggu hasil swab, sedangkan 1 orang merupakan penghuni sebuah panti di pinggir Jl. Rembang – Blora belum sempat dilakukan tes swab. Aparat kepolisian juga ikut terlibat dalam pemakaman tersebut. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *