Musisi Dan Penyanyi Bertahan Di Tengah Pandemi, Kapolres Tanggapi Soal Izin Pentas
Ahmad Tofa (tengah kaos biru muda) saat masih aktif pentas dangdut, sebelum pandemi Covid-19. (Foto atas) Pentas dangdut Monata (youtube).
Ahmad Tofa (tengah kaos biru muda) saat masih aktif pentas dangdut, sebelum pandemi Covid-19. (Foto atas) Pentas dangdut Monata (youtube).

Rembang – Para musisi dan penyanyi termasuk bagian dari kelompok masyarakat yang sangat terdampak pandemi Covid-19, karena terhitung sejak bulan Maret lalu sampai sekarang, izin keramaian dari kepolisian dihentikan, sehingga orang punya kerja terpaksa harus menunda waktu pelaksanaan.

Ahmad Tofa, seorang tukang kendang warga Desa Sambiyan Kecamatan Kaliori menuturkan kondisi sekarang berubah total. Dulu ketika musim “mantenan”, dalam sebulan bisa pentas di 60 lokasi atau bahkan lebih. Tapi sekarang tidak bisa pentas sama sekali, karena larangan berkerumun di tengah pandemi Covid-19.

“Tentu terdampak sekali mas, karena nggak bisa aktivitas seperti biasa. Sekarang nganggur di rumah saja. Tukang sound system, tratak, panggung, juga mengalami hal yang sama, “ kata Tofa.

Ia sebenarnya memiliki pekerjaan sambilan sebagai sopir travel. Namun bisnis travel juga terhenti, lantaran sangat jarang ada warga bepergian keluar daerah.

Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, Tofa harus berhutang ke sejumlah rekannya. Sedangkan bantuan sosial dari pemerintah, keluarganya sampai sekarang belum mendapatkan.

“Alhamdulilah sampai saat ini hutangnya semakin bertambah, ya pinjem sama temen-temen, mau gimana lagi. Bantuan kebetulan belum dapat, mau nyopir travel ini juga nggak bisa, karena sepi. Cuman bisa berdo’a, semoga Covid-19 lekas berlalu, “ imbuhnya lirih.

Hal senada diungkapkan Anggi, seorang penyanyi warga Kelurahan Magersari, Rembang. Saat ini ia lebih banyak berdiam diri di rumah, karena sejak tanggal 25 Maret 2020 lalu, semua job pentas dibatalkan.

“Dulu kalau pas musim Lebaran seperti ini nggak pernah di rumah mas, karena banyak jadwal manggung, tapi sekarang di rumah terus, “ tuturnya.

Disinggung bantuan, ia bersama rekan-rekannya sempat mendaftar melalui pengurus Persatuan Artis Musisi Melayu Dangdut Indonesia (PAMMI) Kabupaten Rembang. Namun sejauh ini belum ada informasi seputar bantuan sosial dari pemerintah. Guna mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, Anggi mengaku sementara mengandalkan uang tabungannya.

“Daftarnya online, kemudian mau disetor ke Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata, tapi nggak tahu bagaimana akhirnya (bantuan-Red), “ kata Anggi.

Anggi berharap ada solusi bagi kalangan musisi maupun penyanyi, karena dampak Covid-19 sangat terasa.

“Mungkin nggak mudah ya mas untuk ngilangin Covid-19, semisal kita bisa bekerja dengan tetap memenuhi protokol dari pemerintah. Setidaknya orang punya gawe meski hanya kecil-kecilan, bisa lah. Biar ada pemasukan dikit-dikit, nggak apa-apa, “ pungkasnya.

Sementara itu, Kapolres Rembang, AKBP Dolly A. Primanto menanggapi pihaknya belum akan mengeluarkan izin pentas keramaian, dalam waktu dekat ini. Polres akan menunggu informasi dari Pemkab Rembang dulu, terkait rencana pemberlakuan new normal.

“Sampai saat ini belum ada surat edaran Bupati untuk menuju new normal. Jadi kami sebatas menunggu informasi Pemkab, lagipula ini kan masih mencermati perkembangan yang terjadi, “ tandasnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *