Sejumlah Desa “Lock Down”, Boleh Keluar Kampung Asalkan Untuk Kepentingan Ini
Penutupan jalan di Desa Sidomulyo. (Foto atas) Jalan masuk menuju Desa Sambiyan ditutup.
Penutupan jalan di Desa Sidomulyo. (Foto atas) Jalan masuk menuju Desa Sambiyan ditutup.

Kaliori – Sejumlah desa di Kecamatan Kaliori langsung melakukan “lock down” lokal, setelah ada kasus pasien positif Covid-19 di kecamatan tersebut.

Berdasarkan pantauan Reporter R2B, Senin (25 Mei 2020), desa-desa yang menutup pintu gerbang masuk kampungnya dengan palang kayu dan tulisan dilarang masuk, seperti Desa Sambiyan, Mojorembun, dan Desa Sidomulyo.

Seorang perangkat desa Sambiyan, Suwito mengatakan penutupan akses jalan di desanya tersebar di 4 titik, masing-masing 2 titik di Dusun Cendono dan 2 titik di Sambiyan sendiri, sejak pukul 21.00 Minggu malam. Hal itu diputuskan melalui rapat di tingkat desa, guna mengantisipasi penyebaran Covid-19.

“Akhirnya ada kesepakatan untuk menutup akses keluar masuk desa. Kita antisipasi, “ ungkapnya.

Suwito menambahkan penutupan jalan mempertimbangkan banyaknya warga keluar masuk desa, seiring dengan perayaan Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah.

“Banyak warga yang mau silaturahmi dari rumah ke rumah. Setelah kita tutup jalan, yang dari luar desa ya langsung balik. Warga sini sendiri diminta berdiam diri di rumah. Kecuali kalau untuk urusan berobat dan beli Sembako, dipersilahkan, “ imbuh Suwito.

Sementara itu Camat Kaliori, Harjono menyatakan penutupan jalan di sejumlah desa, merupakan inisiatif masing-masing desa. Tapi pihaknya memang mengimbau di tengah situasi pandemi Covid-19 ini, sebaiknya masyarakat tetap berada di rumah saja.

“Langkah desa menutup jalan untuk antisipasi, inisiatif dari masyarakat desa setempat. Tapi di Kecamatan Kaliori nggak semua kok, hanya beberapa desa saja, “ kata Camat. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *