Takbir Keliling, Begini Komentar Bupati Dan Kapolres Rembang
Takbir keliling di Rembang, sebelum masa pandemi Covid-19 biasanya menggunakan truk-truk trailer (twitter).
Takbir keliling di Rembang, sebelum masa pandemi Covid-19 biasanya menggunakan truk-truk trailer (twitter).

Rembang – Pihak Pemkab Rembang maupun aparat kepolisian mengimbau umat Islam di Kabupaten Rembang, untuk tidak melaksanakan kegiatan takbir keliling.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz kepada Reporter R2B menyatakan sebaiknya takbir pada malam hari raya Idul Fitri dipusatkan di Mushola maupun Masjid saja. Mengingat kondisi saat ini masyarakat masih harus mewaspadai penyebaran Covid-19.

“Saya minta nggak ada takbir keliling. Jangan sampai ada pihak-pihak yang menyalahgunakan, dalam kondisi wabah seperti ini, “ kata Bupati.

Hal senada juga disampaikan Kapolres Rembang, AKBP Dolly A. Primanto. Ia mengungkapkan meski aktivitas masyarakat sekarang mulai dilonggarkan, namun status Kejadian Luar Biasa (KLB) belum dicabut. Maka pihaknya mengharapkan umat Islam menghindari kegiatan takbir keliling, karena dapat memicu kerumunan masyarakat.

“Sebaiknya tetap di rumah merayakan malam takbiran bersama dengan keluarga tercinta. Kita himbau nggak ada takbir keliling, soalnya kalau ada pasti akan banyak kerumunan warga. Padahal kita selalu mengingatkan untuk tetap jaga jarak dan jangan berkerumun, “ tuturnya.

Sementara itu, Sarman Wibowo, salah satu pengurus ta’mir masjid di Dusun Kedungdoro Kelurahan Leteh, Rembang mengaku sebenarnya sebagian anak-anak muda di kampungnya sudah mengajak untuk menggelar takbir keliling. Namun karena melihat perkembangan situasi masih siaga Covid-19, pihaknya menolak usulan tersebut.

“Yang ngajak takbir keliling ya banyak, tapi kita ingin mematuhi anjuran pemerintah. Jadi kita meniadakan takbir keliling, pakai truk trailer. Untuk yang di masjid tetap berlangsung takbir seperti biasa, “ urai Sarman. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *