Basarnas Ajak Saksi Ke Tengah Laut, Begini Hasil Pencarian Mayat
Tim SAR gabungan bersiap-siap melakukan pencarian di pinggir pantai Dusun Pendok Desa Manggar, sebelah barat Pelabuhan Tanjung Bonang Sluke, Minggu (10 Mei 2020).
Tim SAR gabungan bersiap-siap melakukan pencarian di pinggir pantai Dusun Pendok Desa Manggar, sebelah barat Pelabuhan Tanjung Bonang Sluke, Minggu (10 Mei 2020).

Sluke – Tim SAR gabungan langsung menuju Pantai Dusun Pendok Desa Manggar Kecamatan Sluke, Minggu pagi (10 Mei 2020), setelah mereka mendapatkan informasi ada nelayan yang memergoki sesosok mayat terombang-ambing di laut.

Perahu karet Basarnas yang ikut terjun ke lokasi, bahkan mengajak serta saksi nelayan setempat, untuk menunjukkan titik lokasi. Namun sampai pencarian Minggu siang, mayat korban belum ditemukan. Ada dugaan posisinya sudah bergeser cukup jauh, akibat terbawa ombak.

Koordinator lapangan Basarnas, M. Ali Usman menjelaskan perkiraan temuan mayat berjarak 3 Mil sebelah utara Pelabuhan Tanjung Bonang Sluke atau pabrik PT. Holi Mina Jaya.

“Saksi nelayan yang lihat kita ajak untuk mengecek ke tengah laut. Tapi sejauh ini hasilnya masih nihil, “ ungkapnya.

M. Ali Usman menambahkan kebetulan Tim Basarnas yang bermarkas di Jepara, sudah berada di Rembang, sejak hari Senin (04/05) lalu, untuk membantu pencarian nelayan hilang, Darsono (43 tahun), warga Desa Karangsekar Kecamatan Kaliori yang tercebur di perairan utara Gegunung Wetan, Rembang. Pencarian akan resmi dihentikan pada hari Senin (11 Mei 2020).

“Jika yang bersangkutan tidak ditemukan, maka operasi SAR akan ditutup dan korban dinyatakan hilang. Muda-mudahan Senin besok ada hasil, “ imbuh Ali Usman. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp 4 miliar.