Ada Yang Beda Dari Toko Emas, Tahun Lalu Dan Sekarang
Warga menjual perhiasan di salah satu toko emas Jl. Kartini Rembang.
Warga menjual perhiasan di salah satu toko emas Jl. Kartini Rembang.

Rembang – Belakangan ini toko-toko emas di dalam Kota Rembang diserbu masyarakat. Bukan untuk membeli, tapi sebaliknya mereka menjual perhiasan, karena kondisi ekonomi terjepit gara-gara imbas pandemi corona. Pemandangan semacam ini berbeda jika dibandingkan tahun lalu, biasanya menghadapi Lebaran, banyak warga membeli emas.

Salah satu pemilik toko emas di Jl. Kartini Rembang, Stefanus Hendri, Selasa siang (28 April 2020) membenarkan intensitas warga yang menjual atau mengembalikan perhiasan meningkat 50 % lebih, dibandingkan sebelum ada wabah corona.

“Kenaikan yang jual ke kami terasa sekali. Tapi bagi pedagang emas, tentu omset penjualan turun drastis, “ ungkapnya.

Menurut Hendri, warga berbondong-bondong menjual emas, bukan karena harga emas saat ini di pasaran meningkat. Tapi semata-mata motif alasan butuh uang, untuk menyambung hidup sehari-hari.

“Emas Antam 24 karat sudah tembus Rp 1 Juta. Tapi kebanyakan orang jual emas bukan karena harganya naik, tapi karena perekonomian sedang sulit. Cari uang susah, “ imbuhnya.

Stefanus Hendri memperinci perhiasan emas 75 % atau warga Kabupaten Rembang menyebutnya emas tua, saat ini dijual dengan harga Rp 725 ribu per gram, padahal sebelumnya hanya Rp 600 ribu. Sedangkan emas setengah tua atau kadarnya 42 %, dari Rp 300 ribu menjadi Rp 425 ribu per gram.

“Berbagai jenis emas harganya naik semua sekarang. Soal perkembangan kedepan, kita lihat lagi nanti seperti apa, “ kata hendri.

Sementara itu, Endang, seorang warga dari Kecamatan Sulang menganggap emas merupakan barang persiapan, dikala situasi mendesak seperti sekarang. Menurutnya, emas bisa diuangkan dalam tempo cepat, sama halnya seperti ternak.

“Kalau butuh apa-apa yang mendesak, salah satu solusi yang kami andalkan ya emas itu. Maklum orang desa mas, nggak punya tabungan wujud uang, “ keluhnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *