Rapid Test, Ternyata Mirip Seperti Tes Kehamilan
Hasil rapid test, ketika muncul 1 garis berarti negatif atau non reaktif. (Foto atas) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Ali Syofii menunjukkan rapid test.
Hasil rapid test, ketika muncul 1 garis berarti negatif atau non reaktif. (Foto atas) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Ali Syofii menunjukkan rapid test.

Rembang – Sejak wabah corona melanda Indonesia, rapid test kerap kali terdengar melalui berbagai pemberitaan media. Sebenarnya seperti apa bentuk rapid test dan apa fungsinya ?

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Ali Syofii menjelaskan rapid test ini bertujuan untuk mendeteksi jejak imunitas atau daya tahan tubuh seseorang, pernah terpapar virus atau tidak.

Manakala seseorang pernah dimasuki virus, maka di dalam tubuhnya muncul reaksi berupa anti bodi. Tapi rapid test ini tidak bertujuan untuk menemukan virus. Dalam hal Covid-19, guna mendeteksi sebuah virus, ditentukan melalui tes PCR atau lebih dikenal dengan sebutan tes swab, mengambil lendir di bagian antara hidung paling belakang dan tenggorokan paling atas.

“Kalau rapid test atau tes cepat ini hanya untuk mendeteksi jejak imunitas seseorang, pernah kemasukan virus atau tidak. Sedangkan untuk memastikan virusnya itu sendiri, harus melalui tes swab, “ kata Ali.

Ali Syofii menambahkan manakala tes swab yang diambil lendir dari ruang antara hidung dengan tenggorokan, khusus rapid test ini yang dibutuhkan adalah sample darah. Kemudian darah dicampur dengan cairan pelarut. Hasilnya apakah reaktif atau non reaktif.

Reaktif berarti ada virus masuk, sedangkan non reaktif tidak ada virus. Tapi bisa saja hasil rapid test ini meleset, manakala seseorang mengalami gangguan respon imun dalam tubuhnya. Maka tidak heran jika sejumlah kalangan memperkirakan keakuratan rapid test mencapai 80 %.

“Hasilnya bisa saja menipu, jika yang dirapid test mengalami gangguan respon imun di dalam tubuhnya. Meski ada virus, ternyata hasilnya non reaktif atau negatif, “ tandasnya.

Wujud rapid test Covid-19 ini umumnya berwarna putih, berbentuk kotak persegi panjang. Ada dua lubang. Lubang pertama untuk melarutkan sample darah dengan cairan, sedangkan lubang di atasnya berfungsi sebagai indikator munculnya garis.

Keunggulan rapid test ini lebih cepat. Begitu darah dicampur dengan cairan pelarut, akan langsung diketahui. Hasilnya sama persis seperti tes kehamilan. Jika muncul strip garis 1 berarti negatif, kalau ada 2 garis artinya positif. Berbeda dengan tes swab, yang rata-rata harus menunggu waktu cukup lama, sampai 1 Minggu.

Di pasaran, harga rapid test saat ini berkisar antara Rp 220 – 250 ribu per buah. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *