Seluruh Ruangan Dipenuhi Lumpur, Komputer Hingga Ratusan Buku Rusak
Guru SD N Ngulaan, Selasa siang (21/04) membersihkan lumpur di dalam ruang kelas. (Foto atas) Guru menunjukkan buku yang basah akibat terkena banjir.
Guru SD N Ngulaan, Selasa siang (21/04) membersihkan lumpur di dalam ruang kelas. (Foto atas) Guru menunjukkan buku yang basah akibat terkena banjir.

Bulu – Banjir bandang di Desa Ngulaan Kecamatan Bulu juga menerjang kawasan SD N Ngulaan, sekolah yang berada di depan balai desa setempat. Akibatnya seluruh ruangan dipenuhi endapan lumpur. Ratusan buku dan komputer rusak akibat basah kebanjiran. Selain itu, sebagian pagar depan sekolah ambruk dihantam banjir.

Sutantinah, seorang guru SD N Ngulaan Kecamatan Bulu menuturkan baru kali ini sekolahnya terkena banjir dengan kondisi sangat parah. Bahkan di dalam ruangan kelas, banyak sampah dan endapan lumpur pekat. Hingga Selasa (21/04) siang, ia bersama sejumlah guru melakukan kerja bhakti membersihkan lumpur. Menurutnya, pembersihan membutuhkan waktu cukup lama, kemungkinan seminggu belum selesai.

“Saya tadi pagi di WA temen-temen, bu SD Ngulaan kebanjiran. Terus langsung ke sini. Walah di dalam ruang 3 blok kemasukan semua, banyak sampah. Laptop, komputer rusak. Buku berhamburan nggak karuan, basah semua, “ kata Sutantinah.

Kebetulan siswa sekolah saat ini diliburkan akibat pandemi corona. Salah satu siswa SD N Ngulaan, Wahyu Taufik Hidayat mengaku sempat menengok kelasnya yang penuh lumpur. Ia mengaku sedih melihat kondisi tersebut, seraya ikut membantu menaikkan kursi ke atas meja.

“Sedih lihat seperti ini, “ ujar siswa kelas V ini dengan nada lirih.

Sementara itu, Camat Bulu, Slamet Riyadi bersama Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan Bulu ikut mengecek lokasi terdampak banjir. Ia membenarkan banjir bandang disebabkan hujan deras, terutama di pegunungan perbatasan Kabupaten Rembang dengan Kabupaten Blora. Karena tidak pernah terjadi sebelumnya, tak heran apabila mengejutkan masyarakat. Apalagi puncak musim penghujan yang biasanya bulan Januari justru mundur hingga bulan April.

“Banjir datang secara tiba-tiba, mulai pukul 02.00 – 04.00 dini hari tadi. Baru kali ini, curah hujan puncaknya mundur sampai bulan April – Mei, “ ungkap Camat.

Slamet menambahkan fokus warga dalam beberapa hari kedepan adalah pembersihan sisa banjir. Ia berharap masyarakat bahu membahu. Terkait kerusakan infrastruktur tebing yang mengancam perumahan penduduk, pihak Kecamatan Bulu sudah melaporkan kepada Pemkab Rembang untuk ditangani. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *