Gema Kartini Dihilangkan Akibat Covid-19, Pemkab Ungkap Kegiatan Gantinya
Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata, Dwi Purwanto. (Foto atas) Makam RA. Kartini di Desa Bulu, Kecamatan Bulu.
Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata, Dwi Purwanto. (Foto atas) Makam RA. Kartini di Desa Bulu, Kecamatan Bulu.

Rembang – Pemerintah Kabupaten Rembang meniadakan kegiatan Gema Kartini untuk memperingati kelahiran pahlawan emansipasi wanita, RA. Kartini tiap tanggal 21 April, akibat pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Rembang, Dwi Purwanto menjelaskan langkah tersebut untuk menghindari kerumunan massa, sebagaimana arahan Pemkab maupun aparat kepolisian, sehingga dapat mengantisipasi penyebaran virus corona.

“Sebenarnya rangkaian kegiatan Gema Kartini sudah dijadwalkan dan dirancang. Namun semuanya harus ditiadakan demi menjaga keselamatan banyak orang, “ ujarnya.

Meski dihilangkan, Pemkab Rembang tetap menjaga tradisi untuk mengenang jasa- jasa RA Kartini. Pada Senin sore (20/04), pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rembang berziarah ke makam R.A Kartini di Desa Bulu, Kecamatan Bulu. Selanjutnya pada Senin malam, dilanjutkan tahlilan di Pendopo Museum Kartini. Itu pun jumlahnya dibatasi, hanya sekira 10 orang.

“Penyelenggaraan tahun ini tidak bisa seperti tahun-tahun kemarin. Diantaranya kirap pataka, lomba-lomba kartinian, dan upacara Hari Kartini nggak ada. Tapi kami tetap gelar ziarah dan tahlilan, “ terang Dwi.

Terkait anggaran penyelenggaraan Gema Kartini, saat ini sudah dialihkan untuk penanganan wabah covid-19. Apalagi Kabupaten Rembang sudah berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) sejak tanggal 28 Maret 2020 lalu. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *