Perjuangan Tenaga Medis Di Tengah Pandemi Korona, Lewati Prosedur Ketat
Potret perjuangan tenaga medis di ruang isolasi penanganan Covid-19 di RSUD dr. R. Soetrasno Rembang. Di sela-sela melayani pasien, mereka bergantian istirahat.
Potret perjuangan tenaga medis di ruang isolasi penanganan Covid-19 di RSUD dr. R. Soetrasno Rembang. Di sela-sela melayani pasien, mereka bergantian istirahat.

Rembang – Perjuangan tenaga medis di ruang isolasi rumah sakit umum daerah (RSUD) dr. R. Soetrasno Rembang, menangani pasien dalam pengawasan (PDP) maupun pasien positif Covid-19, harus benar-benar diatur ritmenya, karena mereka bekerja di tengah standar prosedur yang sangat ketat.

Kepala Seksi Informasi RSUD dr. R. Soetrasno Rembang sekaligus Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Rembang, Tabah Tohamik menjelaskan saat ini hanya ada 1 orang dokter spesialis paru. Namun dibantu oleh dokter spesialis anak 4 orang, spesialis radiologi 1, spesialis patologi klinik 1, mereka dilibatkan dalam penanganan Covid-19, sesuai kompetensinya.

Sedangkan dari sisi tenaga perawat, bidan maupun tenaga bidang lain, menurutnya sudah saling bahu membahu. Perawat sendiri bekerja di ruang isolasi, terbagi dalam 3 shif. Masing-masing shif sebanyak 4 orang.

“Shif pertama dari pukul 7 pagi sampai 2 siang, kemudian jam 2 siang sampai 9 malam dan jam 9 malam sampai jam 7 pagi, “ bebernya.

Begitu masuk ruang isolasi, harus sudah mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap. Jika harus keluar ruangan untuk keperluan mendesak, maka wajib melepaskan APD di ruang khusus yang dilengkapi sinar ultra violet, kemudian mandi dulu dan lewat pintu lain yang telah disediakan.

“Habis dari luar kok mau masuk lagi, ya ganti baju APD lagi. Masuknya lewat jalur pintu yang lain juga. Selesai dipakai, APD mulai baju, masker, sarung tangan dimusnahkan di incenerator. Manajemen rumah sakit sangat peduli terhadap keselamatan tenaga medis, “ kata Tabah.

Tabah menambahkan sejauh ini tenaga medis masih semangat, sebagai bentuk tanggung jawab pada masa pandemi korona. Selama shif 7 jam memang tidak mesti harus memakai APD lengkap di ruang isolasi secara terus menerus. Antar personel dalam shif tersebut bisa saling bergantian, kalau seandainya harus keluar ruang isolasi. Termasuk ketika ingin istirahat, demi menjaga kebugaran tubuh.

“Kalau 7 jam pakai APD di dalam ruang isolasi terus ya nggak kuat. Intinya bisa gantian. Soalnya kalau keluar masuk keluar masuk, kan boros di APD juga, jadi diatur. Terkait nutrisi bagi tim medis, pihak RSUD dr. R. Soetrasno memperhatikan betul kebutuhannya, “ imbuh Tabah.

Saat ini di RSUD dr. R. Soetrasno mempunyai 22 kamar isolasi dan sedang penambahan ruang isolasi, guna mengantisipasi peningkatan kasus Covid-19. Selasa siang (14 April 2020) di RSUD dr. R. Soetrasno masih merawat 8 orang pasien dalam pengawasan (PDP), 3 orang diantaranya positif Covid-19, termasuk 1 warga Kabupaten Pati. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *