Pengkol Dan Megulung Terendam Banjir, Pemicunya Beragam
Banjir di Desa Pengkol, Kecamatan Kaliori, Sabtu malam (11/04).
Banjir di Desa Pengkol, Kecamatan Kaliori, Sabtu malam (11/04).

Rembang – Banjir menerjang sejumlah desa di Kecamatan Kaliori dan Kecamatan Sumber, sejak Sabtu malam hingga Minggu dini hari tadi (12/04).

Di Desa Pengkol Kecamatan Kaliori, sejumlah titik jalan kampung terendam banjir dengan kedalaman 20 – 30 centi meter. Rosichul, salah satu warga Desa Pengkol mengatakan banjir mulai terjadi sekira pukul 21.00 Wib, disebabkan luapan air sungai tersumbat material sampah batang ranting bambu maupun sampah plastik.

“Paling banyak ranting bambu, kemudian menutupi bendungan sungai Desa Pengkol. Air nggak lancar mengalir, akhirnya meluap ke perkampungan, “ tuturnya.

Warga bersama pihak desa dan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang, langsung berjibaku membersihkan tumpukan sampah di aliran bendungan. Seiring dengan turunnya volume air sungai, banjir berangsur-angsur surut pada tengah malam. Meski demikian, masyarakat Desa Pengkol tetap mewaspadai kemungkinan banjir susulan, karena dalam beberapa hari terakhir ini curah hujan meningkat.

“Kita tetap siaga, mengingat cuaca tidak dapat ditentukan. Apalagi kalau daerah selatan, seperti sekitar Waduk Grawan dan Waduk Sudo hujan deras, maka Desa Pengkol harus siap-siap menerima limpasan air, “ imbuhnya.

Sementara itu, Camat Kaliori, Harjono saat turun ke lokasi banjir mengimbau warga terutama di pinggir aliran sungai, untuk tidak membuang sampah sembarangan ke dalam sungai, karena dampaknya sangat besar ketika cuaca buruk.

“Ini menjadi bahan pembelajaran buat kita. Sampah dari daerah hulu larinya ke Pengkol. Mohon sampah dikelola dengan benar. Jangan dibuang ke sungai, bisa memperparah banjir, “ kata Camat.

Di tempat lain, banjir juga merendam akses jalan Rembang – Sumber, tepatnya di Desa Megulung Kecamatan Sumber, akibat hujan deras selama lebih dari 3 jam. Selain menutupi jalan raya, banjir juga merendam 3 rumah penduduk di pinggir jalan. Warga mendesak pemerintah menormalisasi saluran air di lokasi yang selama ini sudah menjadi langganan banjir tersebut. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *