Diterjang Puting Beliung, Belasan Rumah Rusak
Salah satu rumah warga yang rusak akibat angin puting beliung. (Foto atas) Usai bencana, warga Desa Pelang Kecamatan Sarang berkerumun di jalan kampung, Jum’at (03/04).
Salah satu rumah warga yang rusak akibat angin puting beliung. (Foto atas) Usai bencana, warga Desa Pelang Kecamatan Sarang berkerumun di jalan kampung, Jum’at (03/04).

Sarang – Angin puting beliung menerjang Desa Pelang, Kecamatan Sarang, Jum’at siang (03 April 2020). Belasan rumah warga mengalami kerusakan, dengan kondisi beragam.

Ahmad Waibul Humam, seorang relawan siaga bencana di Kecamatan Sarang menuturkan angin bertiup sangat kencang dari arah utara, setelah itu turun hujan. Kuatnya pusaran angin mengakibatkan warga setempat ketakutan, karena menerbangkan atap genteng rumah dan menumbangkan sejumlah pohon. Bahkan seorang wanita sampai shock, tiap kali teringat bencana angin puting beliung itu.

Setelah kejadian tersebut, 12 rumah diketahui rusak. Rata-rata posisi rumah berada di pinggir jalan raya Desa Pelang.

“Kira-kira tadi angin kencang bertiup sekira 10 menitan. Tapi membuat warga panik ketakutan. Rumah rusak ada yang lumayan parah atau atap gentengnya berjatuhan, “ bebernya.

Ahmad Waibul Humam menambahkan setelah angin dan hujan reda, masyarakat bahu membahu melakukan perbaikan rumah yang rusak. Tidak ada korban luka-luka maupun korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Warga pemilik rumah memperbaiki, dibantu tetangga sekitar. Alhamdulilah antusias warga gotong royong sangat bagus, “ ujar pria warga Desa Gunungmulyo Kec. Sarang ini.

Total kerugian akibat bencana di Desa Pelang Kecamatan Sarang, ditaksir mencapai Rp 18 Juta.  Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang sebelumnya menyampaikan bahwa saat masa pancaroba atau peralihan musim penghujan ke musim kemarau seperti sekarang, rawan bencana angin puting beliung. Maka masyarakat diminta mewaspadai potensi angin puting beliung, saat cuaca buruk.

“Tanda-tandanya udara terasa pengap, awan hitam bergumpal. Kalau seperti itu, antisipasi jangan berteduh di bawah pohon, “ kata Pramujo, Kasi Kedaruratan BPBD. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *