Tak Sekedar Nyemprot, Tapi Warga Tempuh Cara Lebih Ekstrim
Warga Gang Kenari Desa Ngotet Rembang menutup akses gang mereka, untuk membatasi pendatang dari luar desa.
Warga Gang Kenari Desa Ngotet Rembang menutup akses gang mereka, untuk membatasi pendatang dari luar desa.

Rembang – Warga Gang Kenari RT 01 RW 03 Desa Ngotet, Kecamatan Rembang Kota melakukan langkah lebih tegas, untuk mengantisipasi penularan virus corona. Mereka menutup akses gang menuju perumahan penduduk, dengan menggunakan bambu dan papan bertuliskan “Maaf Dilarang Masuk, Darurat”. Terdapat simbol LD, diperkirakan merupakan kepanjangan Lock Down.

Penutupan ujung gang itu menyisakan 1 meter, agar warga sekitar yang berjumlah 20 an kepala keluarga, masih bisa keluar masuk, terutama pengguna sepeda motor. Bagi warga setempat yang naik mobil tetap diperbolehkan, tapi harus membuka dulu palang bambu.

Giri Saputro, warga Gang Kenari RT 01 RW 03 Desa Ngotet mengatakan penutupan tersebut bukan berarti lock down total untuk 1 gang. Tetapi hanya sebagai sinyal membatasi pendatang dari luar desa. Kebetulan di dalam gangnya terdapat 1 rumah yang menjadi tempat kost pegawai perusahaan rokok. Pendatang dari luar daerah harus dibatasi, termasuk bagi pengamen maupun peminta-minta sumbangan dilarang masuk.

Manakala ada warga dari luar desa datang, diminta langsung melapor ke Ketua RT setempat untuk didata. Khusus pemudik, diarahkan mengisolasi diri.

“Bukan berarti semua nggak boleh masuk, tapi penutupan ini sifatnya demi kewaspadaan. Terkhusus bagi warga luar desa. Alhamdulilah warga sini belum ada gejala mencurigakan. Kemarin rumah-rumah satu RT juga sudah kita semprot, “ ujarnya, Selasa (31 Maret 2020).

Sekretaris Desa Ngotet, Munarjo menanggapi kebijakan lebih masif untuk pencegahan corona, diserahkan kepada masing-masing RT. Apabila ada yang menutup akses jalan, pihaknya tidak mempermasalahkan, karena memiliki tujuan positif, guna memutus mata rantai penyebaran corona.

“Antisipasi kita serahkan ke masing-masing RT, bentuknya macam-macam. Yang nutup jalan, baru 1 RT ini, “ ungkap Munarjo.

Munarjo menambahkan pihak desa Ngotet membentuk relawan antisipasi corona, merupakan gabungan dari warga, perangkat desa maupun tokoh masyarakat. Tugasnya menginformasikan kepada pemerintah desa, apabila ada warga pendatang atau pemudik pulang, sehingga pihak desa bisa mengambil langkah-langkah pencegahan secara tepat. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *