Warga Positif Corona, Siapa Saja Yang Pernah Kontak Langsung Dengan Penderita?
Pihak desa, Kamis (26/03) melakukan persiapan penyemprotan massal, setelah ditemukan pasien positif Covid-19.
Pihak desa, Kamis (26/03) melakukan persiapan penyemprotan massal, setelah ditemukan pasien positif Covid-19.

Rembang – Pasca ada warga sebuah desa di Kecamatan Pamotan positif terjangkit corona, Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyatakan sekira 25 orang warga didata. Mereka tinggal sekampung, berdekatan dengan rumah pasien positif corona. Namun ke-25 orang itu, tidak semua pernah kontak dengan penderita. Datanya turut dimasukkan, karena mengantisipasi kondisi terburuk, mempertimbangkan area domisili.

Data yang diperoleh Radio R2B, hanya ada 5 orang yang sempat kontak langsung dengan penderita sepulang dari Bali. Masing-masing ibu penderita, kakak dan ipar, serta dua keponakan. Saat ini semuanya sehat dan menjalani isolasi secara mandiri. Kebetulan penderita ini, masih berstatus lajang, atau belum berkeluarga.

Abdul Hafidz menjelaskan kala itu saat warga yang positif corona pulang hanya sehari berada di kampung, sehingga tidak terlalu banyak kontak dengan warga lain. Begitu merasakan gejala mencurigakan, oleh petugas medis Puskesmas Pamotan, langsung dibawa ke rumah sakit di Rembang, kemudian dirujuk menuju rumah sakit di Semarang.

Setelah hasil laboratorium memastikan positif, Bupati juga menginstruksikan pemerintah desa meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kejadian ini.

“Kami baru mensterilkan di tingkat desa yang warganya positif ini. Meski penderita positif belum banyak bersentuhan dengan masyarakat, saya sudah perintahkan semua pihak terkait, termasuk pemerintah desa melakukan upaya-upaya khusus, “ ujarnya.

Bupati kemudian mengajak masyarakat menjaga kesehatan pribadi, memperbanyak makan sayur dan buah-buahan, olahraga dan istirahat yang cukup. Dengan menjaga diri, maka sama saja melindungi orang lain. Hafidz berpendapat yang namanya virus sulit terlihat, sehingga siapa saja bisa kena. Jika daya tahan tubuh bagus, diharapkan tidak terkena virus.

“Virus kan nggak pandang bulu, bisa nempel ke siapa saja. Jadi ya hilangkan ego masing-masing. Mohon masyarakat memahami, “ kata Bupati.

Sementara itu, pihak Puskesmas Pamotan bersama tim dari kecamatan, Kamis pagi menggelar sosialisasi di desa yang warganya positif terpapar corona. Masyarakat mendapatkan pemahaman, bagaimana cara pencegahan dan penanganan selanjutnya. Penyemprotan ulang desinfektan secara besar-besaran juga akan dilakukan mulai hari Jum’at besok. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *