Antisipasi Corona, Museum Kartini Hingga Pantai Karangjahe Ditutup Sementara
Pegawai Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata menunjukkan papan tanda ditutupnya Museum Kartini Rembang. (Foto atas) Pantai Karangjahe Rembang, juga ditutup sementara waktu.
Pegawai Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata menunjukkan papan tanda ditutupnya Museum Kartini Rembang. (Foto atas) Pantai Karangjahe Rembang, juga ditutup sementara waktu.

Rembang – Pemerintah Kabupaten Rembang akhirnya menutup sejumlah tempat wisata, sebagai upaya pencegahan masuknya virus corona. Sejumlah obyek tersebut diantaranya Museum Kartini dan Taman Rekreasi Pantai Kartini, yang selama ini pengelolaannya dibawah kendali Pemkab.

Selain itu, obyek wisata Pantai Karangjahe Desa Punjulharjo, Rembang juga ditutup sementara. Bedanya, pengelola Pantai Karangjahe dari pihak desa setempat.

Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Rembang, Dwi Purwanto menyatakan penutupan itu sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah, guna memutus mata rantai penyebaran virus corona, sehingga tidak semakin meluas.

“Semua sudah dikoordinasikan, termasuk dengan obyek wisata yang dikelola desa. Dihimbau memiliki langkah yang sama, “ ujarnya.

Dwi menambahkan pengunjung taman rekreasi Pantai Kartini, Museum Kartini dan Pantai Karangjahe, sering kali berasal dari luar daerah. Bahkan ada kalanya Museum Kartini juga didatangi wisatawan mancanegara.

Kalau masih tetap dibuka untuk umum, sementara dari sisi alat pendeteksi tubuh maupun sarana pencegahan lainnya belum siap, maka penutupan sementara dianggap sebagai solusi terbaik.

“Kapan obyek wisata tersebut akan dibuka lagi, menunggu perkembangan lebih lanjut, “ pungkasnya.

Ali Mustofa, mewakili pihak pengelola Pantai Karangjahe menuturkan pihaknya menutup tempat wisata per hari Rabu (18 Maret 2020) sampai ada pemberitahuan lagi, karena mematuhi surat edaran dari Bupati Rembang.

Di Karangjahe saat ini terdapat sekira 100 kios, yang kebanyakan menjual aneka macam kuliner. Terkait imbasnya terhadap penurunan penghasilan warga maupun desa, Ali menganggap kesehatan masyarakat jauh lebih penting.

“Kalau penghasilan warga ya tetap berimbas, tapi kita lebih mengindahkan surat edaran dari pak Bupati, demi kesehatan bersama, “ ungkapnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *