Soal Pembangunan SMA/SMK Di Kec. Pancur, Ada Kabar Melegakan
Pembagian bola untuk desa-desa se kecamatan Pancur. (Foto atas) Bupati Rembang, Abdul Hafidz bersama siswa dan kepala SMP N I Pancur, Jum’at (13/03).
Pembagian bola untuk desa-desa se kecamatan Pancur. (Foto atas) Bupati Rembang, Abdul Hafidz bersama siswa dan kepala SMP N I Pancur, Jum’at (13/03).

Pancur – Usulan pembangunan SMA atau SMK di Kecamatan Pancur sempat mencuat, ketika Talk Show Halo Bupati Spesial Bupati Mengajar di SMP N I Pancur, Jum’at pagi (13 Maret 2020).

Eka Nur Kharisma, salah satu siswi SMP N I Pancur menanyakan apakah pemerintah sudah berencana membangun SMA atau SMK di daerahnya.

“Mau Tanya pak, di Kecamatan Pancur kan belum ada SMA atau SMK, lalu apakah, “ kata Eka.

Belum selesai melanjutkan, pertanyaan siswi kelas 9 C ini langsung dihentikan oleh Bupati Rembang, Abdul Hafidz.

“Sudah, sudah mbak jangan dilanjutkan. Wis mudeng saya, sudah paham apa yang dimaksudkan, “ kata Bupati.

Hafidz membenarkan setiap kali berlangsung Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), usulan tersebut sering terdengar dari kalangan kepala desa maupun unsur kecamatan. Namun SMA dan SMK bukan kewenangan Pemerintah Kabupaten, melainkan ditangani oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Meski demikian saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) di Jepara, ia sudah menyampaikan usulan itu kepada jajaran Pemprov Jawa Tengah. Mereka menjawab pada tahun 2021 akan dimulai pembebasan lahannya.

“Saya matur sama pak Gubernur, sama pak Asisten II, saya sampaikan ada 2 kecamatan belum ada SMA atau SMK ne. Selain Kecamatan Pancur, ada Kecamatan Sluke. Kulo nyuwun tulung dipikirkan. Alhamdulilah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyanggupi. Insyaallah tahun 2021 dimulai pembebasan tanahnya, “ kata Bupati.

Abdul Hafidz menambahkan khusus Kecamatan Pancur sudah ada 2 usulan calon lokasi, masing-masing di Ngropoh Desa Pancur dan Desa Pandan Kecamatan Pancur, sebelah timur pusat Lonthong Tuyuhan. Tapi untuk kepastian lokasi pembangunan diserahkan kepada tim kajian dari Provinsi Jawa Tengah, mana yang nantinya akan dipilih.

“Yang di Pandan, disiapkan lahan seluas 2 Hektar. Yang Ngropoh juga ada usulan. Saya nggak punya kapasitas, niku tim pak Gubernur yang akan menilai. Muda-mudahan 1 atau 2 tahun lagi terealisasi, “ tandasnya.

Dihubungi terpisah, Camat Pancur, Suharto mengusulkan supaya dibangun SMK saja daripada SMA, agar lulusannya langsung mempunyai bekal keahlian.

“Kalau boleh usul, SMK saja mas. Persaingan dunia usaha semakin ketat, butuh lulusan yang punya keahlian. Saya kira SMK lebih tepat, “ kata Camat.

Selain berdialog dengan siswa, Bupati juga melanjutkan Gerakan Pembagian 1000 Bola di Kecamatan Pancur, didukung oleh PD. BPR BKK Lasem. 23 desa se Kecamatan Pancur mendapatkan bantuan bola volly maupun bola sepak.

Kepala SMP N I Pancur, Erna Nur Mutia mengaku senang sekolahnya menjadi bagian dalam program Bupati Mengajar, sehingga siswa bisa mendapatkan tambahan ilmu.

“Pak Bupati ini nuwun sewu dulunya merupakan sopir bus mini, tapi sekarang bisa menjadi kepala daerah. Siswa dapat belajar dari semangat pak Bupati, biar termotivasi, “ beber Erna.

Dalam kesempatan itu, Erna mengusulkan bantuan pembangunan aula sekolah dan langsung ditanggapi oleh Bupati Rembang yang menjanjikan anggaran Rp 700 an Juta pada tahun 2021 mendatang. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *